Waspadai Pencurian dengan Modus Perbaikan Telepon

Waspadai Pencurian dengan Modus Perbaikan Telepon

- detikNews
Minggu, 25 Des 2005 10:07 WIB
Jakarta - Di zaman yang kian sulit ini para bandit kian kreatif merancang kejahatan. Salah satunya adalah dengan menyamar sebagai petugas Telkom, yang bermaksud memperbaiki telepon.PT Telkom Divisi Regional II Jakarta mengimbau kepada seluruh pelangganya, terutama pelanggan fix wireline (telepon rumah) untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai modus penipuan dan kejahatan yang mengatasnamakan PT. Telkom.Akhir-akhir ini sering terjadi pencurian yang dialami beberapa pelanggan Telkom yang dilakukan oleh seseorang, yang mengaku karyawan Telkom Bogor. Modusnya yakni dengan berpura-pura akan memperbaiki telepon rumah. Kemudian dengan dalih untuk kepentingan perbaikan, yang bersangkutan meminjam handphone (HP) ke penghuni rumah. Saat penghuni/pemilik rumah lengah, HP dibawa kabur.Peringatan ini disampaikan oleh Manager Public Manager PT Telkom, Evi Maharani, dalam rilisnya pada detikcom, Minggu (25/12/2005). Karena itulah Evi mengimbau agar para pelanggan Telkom untuk waspada.Dikatakannya, setiap karyawan Telkom dilengkapi dengan tanda pengenal, dilengkapi Surat Tugas (Work Order), peralatan dan sarana komunikasi untuk perbaikan gangguan dan tidak diizinkan untuk meminjam peralatan apa pun kepada pelanggan, termasuk pesawat untuk uji panggilan (test call).Modus kejahatan lain yang berhasil diidentifikasi, menurut Evi, antara lain:1. Menawarkan pasang baru telepon dengan meminta pembayaran di tempat dengan memakai surat berlogo Telkom.2. Menawarkan hadiah dengan meminta pembayaran pajak di muka dengan bukti surat-surat yang nyaris otentik.3. Meminta transfer sejumlah uang dengan skenario tertentu seperti drama peristiwa kecelakaan yang dialami kerabat.4. Meminta pelanggan untuk mematikan pesawat telepon beberapa saat kemudian mengirimkan fax karena akan dilakukan pengetesan saluran telepon dengan kertas surat berlogo Telkom. Atau pun dengan dalih untuk melakukan pemeriksaan saluran pelanggan diminta untuk menghubungi nomor 0809xxxx dan menggantung teleponnya selama sekian jam dan sebagai modus lainnya yang sering terjadi seperti melalui layanan pesan singkat (SMS) yang mengatasnamakan Direktur Telkom dan sebagainya."Atas beberapa peristiwa yang dilaporkan kepada kami tersebut, manajemen PT Telkom mengimbau kepada pelanggan untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap modus penipuan seperti tersebut di atas dan mengkonfirmasikan terlebih dahulu segala sesuatu yang dianggap mencurigakan dengan menghubungi Call Center 147," urai Evi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads