Tingkat Radiasi Masjid di AS Diperiksa
Minggu, 25 Des 2005 09:18 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara rahasia memonitor tingkat radiasi pada daerah Islam karena kekhawatiran teroris memiliki senjata nuklir. Sejumlah masjid dan alamat diperiksa tingkat radiasinya.Juru bicara Departemen Kehakiman mengatakan program perlu dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran sel jaringan Al-Qaeda masuk melalui tempat-tempat itu. Demikian laporan majalah US News and World Report. Pekan lalu Presiden AS George W. Bush mengaku telah mengizinkan penyadapan terhadap warga Amerika yang diduga terlibat terorisme. Bush mempertahankan program rahasia tersebut dan tetap akan melanjutkannya karena merupakan langkah penting dalam melindungi negaranya.Menurut US News and World Report, program pengamatan nuklir dibuat setelah serangan 11 September 2001. Program ini dimulai permulaan tahun 2002 dan dilaksanakan FBI serta Kelompok Pendukung Darurat Nuklir Departemen Energi. Kantor berita Associated Press melaporkan pejabat hukum federal telah mengukuhkan keberadaan program tersebut. Hampir semua sasaran adalah warga Amerika.Pengamatan udara dilakukan terhadap properti pribadi di daerah Washington DC, termasuk Maryland dan Virginia, kota kota seperti Chicago, Detroit, Las Vegas, New York dan Seattle, masih dari laporan majalah tersebut. Pada puncak kegiatannya, tiga kendaraan di Washington memonitor 120 tempat setiap harinya. Hampir semua sasaran adalah daerah Muslim. "Dalam beberapa kasus, pengawasan memaksa para penyelidik memasuki tempat tanpa izin pengadilan, menurut pihak yang mengetahui program," kata majalah itu dalam laporan lengkapnya."Hampir semua sasaran adalah warga Amerika," kata sumber yang tidak disebutkan namanya. "Sebagian besar dari kami mempertanyakannya, tetapi pihak yang memprotes kemudian kehilangan pekerjaan," kata salah satu sumber lagi. Pejabat federal yang dikutip US News and World Report mengatakan pengawasan properti pribadi, seperti jalan dan tempat parkir dianggap tidak melanggar hukum dan izin tidak diperlukan bagi uji coba radiasi yang dilakukan.Mereka juga menolak pernyataan bahwa program tersebut terutama menargetkan warga Islam. Juru bicara Departeman Kehakiman AS mengatakan program tersebut diperlukan karena Al-Qaeda tetap bermaksud memiliki senjata nuklir.Juru bicara FBI menolak menyangkal atau mengukuhkan laporan tersebut. Program tersebut dikritik keras pemimpin Islam Amerika dengan mengatakan warga Muslim kembali dijadikan sasaran pemerintah hanya karena beragama Islam.
(mar/)











































