Round-Up

Hendropriyono vs Yayasan Sultan Hamid II Soal Narasi Pahlawan dan Pengkhianatan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 07:38 WIB
Jenderal (TNI) Purn. AM Hendropriyono
Hendropriyono (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta -

Pernyataan mengenai Sultan Hamid II membuat eks Kepala BIN Hendropriyono diadukan ke kepolisian. Narasi pahlawan dan pengkhianatan soal Sultan Hamid II mewarnai pelaporan Hendro.

"Iya, masih pengaduan. Masih didalami oleh Krimsus, sudah terima pengaduannya," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).

Pihak yang mengadukan adalah keturunan Sultan Hamid II yang diwakili kuasa hukumnya. Keturunan Sultan Hamid II baru mengadukan, namun belum melaporkan Hendro ke Polda Jabar.

Hendro diadukan terkait video berjudul 'Pengkhianat, Kok Mau Diangkat Jadi Pahlawan? | Part 1 A.M Hendropriyono' yang tayang di channel Youtube Agama Akal TV. Dalam video itu, Hendropriyono menyebut Sultan Hamid II pengkhianat. Polisi masih mendalami kasus ini.

Ketua Yayasan Sultan Hamid II Pontianak, Ansari Damyati, dalam pernyataan sikapnya di Pontianak, Senin (15/6) kemarin, menegaskan pernyataan Hendropriyono itu sangat menyinggung hati masyarakat Kalbar.

"Pernyataan atau opini yang dikeluarkan oleh Hendropriyono melalui media sosial sangat tidak bijak dan tidak tepat, karena Sultan Hamid II tidak terbukti melakukan makar. Meski, akhirnya ia dipenjara 10 tahun atas tuduhan berkomplot melakukan penyerangan bersama Angkatan Perang Ratu Adil yang dipimpin Westerling di masa Revolusi Nasional Indonesia," ujar Ansari seperti dilansir Antara.

Sultan Hamid II disebut Ansari sangat berjasa terhadap bangsa ini, karena karyanya sebagai pencipta lambang negara. "Sebagai pencipta lambang negara, Sultan Hamid II telah diusulkan agar mendapat gelar kepahlawanan sejak tahun 2016 hingga 2019, namun usulan itu selalu dijegal. Padahal segala persyaratan sudah dipenuhi, mulai dari kajian ilmiiah, seminar hingga persyaratan administrasi sudah disampaikan ke Kementerian Sosial," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2