BRR Akui Belum Maksimal

Setahun Tsunami

BRR Akui Belum Maksimal

- detikNews
Sabtu, 24 Des 2005 14:12 WIB
Jakarta - Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dan Nias pasrah dibilang belum 'menghasilkan' apa-apa di dua wilayah yang tergerus tsunami, Aceh dan Nias. BRR mengakui kerjanya memang belum maksimal.Director of Donor and International Relations BRR Aceh dan Nias, Heru Prasetyo di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (24/12/2005), menilai kelemahan BRR dalam menjalankan tugas selama ini disebabkan karena kendala transportasi.Pasalnya setelah tsunami, jalan-jalan di Aceh mayoritas rusak. Bahkan jalan Banda Aceh menuju Meulaboh terputus, sehingga menyulitkan proses distribusi dan penyelesaian pembangunan.Selain kendala itu, infrastruktur yang ada juga sangat terbatas akibat tsunami, dan tidak bisa digunakan secara maksimal.Selain itu, material untuk pembangunan juga terbatas, sehingga harus dikirim dari wilayah lain. Ditambah lagi persoalan prosedur karena unsur-unsur emergency dikalahkan oleh birokrasi seperti biasanya.Pernyataan Heru ini menanggapi hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 10-20 Desember di Aceh dan Nias. Hasil survei tersebut menunjukkan masyarakat Aceh dan Nias melihat belum banyak kemajuan yang dilakukan BRR. Mereka menganggap BRR bekerja kurang baik, kurang cepat dan kurang transparan dalam pengelolaannya.Bahkan warga Nias persepsinya terhadap BRR lebih buruk lagi. Pada Desember yang merasa ada kemajuan hanya 18 persen. Terhadap hasil penelitian itu, Heru berjanji akan menyikapinya dengan baik. "Kita akan tunjukkan kinerja BRR ke depan lebih konkret dan lebih baik dari saat ini," katanya.Soal rencana pembangunan rumah permanen yang akan dilakukan BRR di dua wilayah itu, Heru menjelaskan, untuk tahun 2006, BRR akan membangun 40 ribu rumah dan menyerahkan pembangunan 38 ribu lainnya kepada LSM."Jadi tahun 2006 kita punya target membangun 78 ribu rumah. Kita akan lihat bersama-sama Desember 2006 terpenuhi atau nggak," ujarnya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads