Musda DPD PAN Pekanbaru Ricuh
Sabtu, 24 Des 2005 13:50 WIB
Pekanbaru - Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Pekanbaru yang diselenggarakan di Hotel Furaya Pekanbaru, Sabtu (24/12/2005) diwarnai kericuhan. Seorang peserta Musda sempat dilempar dengan gelas. Musda DPD PAN Pekanbaru di Hotel Furaya Lantai II, Jalan Sudirman, Pekanbaru itu awalnya berjalan lancar. Pelaksanaan Musda ini untuk memilih kepengurusan yang baru. Saat acara baru berlangsung sekitar 3 jam, Musda mulai diwarnai keributan. Kericuhan berawal ketika Ketua DPD PAN Pekanbaru Adrian Ali tengah menyampaikan kata sambutannya. Belum lagi usai memberikan penjelasan, hujan interupsi mewarnai jalannya Musda. Interupsi antara lain datang dari utusan DPC PAN Kecamatan Sukajadi. Sikap peserta yang menginterupsi sang ketua membuat marah perserta lainnya. Karena dianggap tidak sopan dalam mengikuti Musda, akhirnya perserta lain meminta utusan DPC Sukajadi untuk bersabar. "Forum itu kan bukan dialog, melainkan kita tengah mendengarkan penjelasan Ketua DPD. Tapi ada saja peserta yang ngotot interupsi. Musda sempat diwarnai keributan kecil," kata Arbi Abdullah, Ketua SC Musda DPD PAN Pekanbaru, kepada detikcom. Dalam kericuhan itu, kata Arbi, sempat terjadi saling lempar gelas di dalam ruangan. Salah seorang perserta utusan DPC Sukajadi sempat mengalami pendarahan karena terluka pecahan gelas. Namun sejuah ini, pihak panitia menyembunyikan nama peserta yang terkena lemparan gelas tersebut. "Wah kalau nama peserta yang luka tadi, saya tidak tahu," kata Arbi. Selain di dalam ruangan Musda, keributan juga terjadi di luar sidang. Berbagai utusan Musda yang berada di lobi lantai dua hotel juga terlibat kericuhan. Namun tidak jelas asal muasal penyebabnya. "Kalau kerusuhan di luar ruang sidang, saya tidak tahu," tutur Arbi. Arbi menjelaskan, kendati dalam Musda PAN Pekanbaru sempat terjadi keributan, namun pihaknya masih bisa mentolelir. Masalah tersebut akan diselesaikan di dalam tubuh partai sendiri. "Saya kira persoalan kecil ini akan kita selesaikan baik-baik," kata Arbi. Dia juga memastikan, peserta yang membuat keributan tidak akan mendapat tindakan dari partai. Pihak panitia hanya akan sekedar memberikan nasihat pada peserta yang membuat kericuhan tadi. "Sebatas tindakan itu tidak tergolong kriminal, saya kira soal keributan dalam Musda hal yang lumrah saja. Kami akan selesaikan sendiri di dalam tubuh partai kami," jelasnya.
(jon/)











































