Setahun Tsunami, Warga Aceh-Nias Kurang Puas Kerja Pemerintah
Sabtu, 24 Des 2005 13:49 WIB
Jakarta -
Setahun setelah bencana tsunami berlalu, warga Aceh dan Nias ternyata masih merasa kurang puas dengan bantuan pemerintah. Mereka lebih merasakan bantuan yang dilakukan negara lain dan relawan, baik dalam dan luar negeri.Ketidakpuasan warga Aceh dan Nias itu tertuang dalam hasil survei yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 10-20 Desember.Hasil Survei itu disampaikan peneliti LSI Anies Baswedan dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (24/12/2005).Kurangnya bantuan dari pemerintah Indonesia sendiri, membuat warga Aceh dan Nias merasa tidak mengalami perubahan setelah satu tahun pasca tsunami. Hasil penelitian LSI menunjukkan, tingkat kepuasan masyarakat Aceh dan Nias relatif rendah karena hanya 35 persen warga Aceh dan 18 persen warga Nias yang merasa mendapat perhatian dari pemerintah RI.Sementara yang menyatakan lebih mendapat perhatian dari relawan luar negeri untuk warga Aceh mencapai 65 persen dan warga Nias mencapai 40 persen.Selain itu, masyarakat Aceh dan Nias umumnya melihat dan merasa belum banyak kemajuan dalam perbaikan infrastruktur yang rusak akibat tsunami. Misalnya, jalan-jalan, gedung pemerintahan, sarana ibadah, sekolah dan rumah sakit, serta perbaikan kehidupan sosial ekonomi warga yang menjadi korban tsunami.Mereka juga melihat belum banyak kemajuan yang dilakukan pemerintah dalam pendaftaran ulang hak milik tanah, dan membantu penyediaan pekerjaan bagi korban tsunami serta korban-korban lainnya agar dapat bekerja kembali.Hasil penelitian juga menunjukkan masyarakat Aceh dan Nias melihat belum banyak kemajuan yang dilakukan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dan Nias. Mereka menganggap BRR bekerja kurang baik, kurang cepat dan kurang transparan dalam pengelolaannya.Beda PersepsiYang menarik, hasil penelitian LSI untuk survei nasional jauh berbeda dengan yang dirasakan rakyat Aceh dan Nias sendiri. Hasil penelitian LSI yang dilakukan terhadap masyarakat Indonesia secara nasional menunjukkan arah positif dan ada kemajuan yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan Aceh.Dari data yang ada pada Juni 2005, hanya sebanyak 60 persen masyarakat menilai positif. Namun pada Desember 2005 ada peningkatan menjadi 75 persen. Ini berbeda dengan persepsi masyarakat Aceh yang menilai 24 persen pada Juni dan 27 persen pada Desember.Sementara bagi warga Nias persepsinya terhadap BRR lebih buruk lagi. Pada Desember yang merasa ada kemajuan hanya 18 persen. "Jadi ada gap yang cukup besar antara evaluasi positif masyarakat Indonesia dengan warga Aceh dan Nias. Ini harus diperhatikan oleh BRR dan pemerintah," tegas Anies.Sekadar diketahui survei LSI dilakukan secara berkala, yakni pada 20-30 Juni dengan sampel 830 warga Aceh dan 10-20 Desember dengan sampel 833 warga Aceh.Di Nias, survei dilakukan pada 10-20 Desember dengan sampel sebanyak 430 warga. Sedangkan survei nasional dilakukan pada Juni dengan sampel 1.396 dan Desember dengan sampel 1.119.Metode sampel adalah multystage ramdom sampling dengan jumlah sampel proporsional di masing-masing provinsi sesusi dengan jumlah penduduk untuk survei nasional.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































