Alasan Sakit, Tin Zuraida Istri Nurhadi Absen Panggilan KPK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 15:11 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Ilustrasi Gedung Merah-Putih KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi terkait kasus yang menjerat suaminya karena sakit. Tin bakal dipanggil ulang pekan depan.

"Tin Zuraida tidak datang karena sakit, pemeriksaan dijadwalkan ulang, Senin (22/6)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Selain itu, ada dua saksi lain terkait kasus tersebut yang tidak hadir, yakni buruh harian lepas atas nama Hamaji dan seorang pegawai negeri sipil bernama Royani. Sedangkan saksi yang hadir dalam pemeriksaan KPK hanya atas nama Sofyan Rosada.

Hari ini, Tin rencananya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto. Tin Zuraida sebelumnya turut diamankan ketika KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, di Simprug, Jaksel, Senin (1/6) malam. Tin diamankan dan diperiksa sebagai saksi.

"Juga dibawa ke KPK itu istrinya NHD (Nurhadi). Memang benar kami juga membawa serta selain DPO, yaitu NHD (Nurhadi) dan RHE (Rezky Herbiyono), juga istri dari NHD (Tin Zuraida), statusnya sebagai apa? Statusnya sebagai saksi," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Selasa (2/6).

Saat itu, Ghufron kemudian menjelaskan alasan Tin turut diamankan saat penangkapan Nurhadi dan Rezky. Kata dia, Tin kera mangkir ketika dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Menurut Ghufron, yang dilakukan KPK sesuai dengan ketentuan dalam KUHAP.

"Kenapa dibawa? Sebagaimana ketentuan undang-undang hukum acara pidana, terhadap orang yang dipanggil secara sah dua kali berturut-turut tidak hadir maka panggilan selanjutnya dengan perintah untuk membawa, jadi statusnya membawa ke KPK dalam status sebagai saksi," ujar dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi bersama Hiendra bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun, hingga kini Hiendra belum juga tertangkap.

(ibh/dhn)