Jatuh di Riau, Pesawat Tempur TNI AU Rusak Berat-Timpa Rumah Kosong

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 14:53 WIB
Bangkai pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI yang jatuh di Kampar, Riau.
Foto: Bangkai pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI yang jatuh di Kampar, Riau. (Foto Antara)
Kampar -

Pesawat tempur milik TNI AU jatuh di Kampar, Riau. Pesawat itu pun mengalami kerusakan berat alias total lost.

"Pesawat kondisi rusak berat (total lost), menimpa 2 rumah warga yang dalam keadaan kosong," kata Kadispenau, Marsma Fajar Adriyanto, dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020).

Dia mengatakan pesawat jatuh saat hendak mendarat kembali di runway 36 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Pesawat saat itu sedang melakukan latihan rutin.

"Kecelakaan terjadi saat pesawat akan mendarat kembali dari latihan rutin terjadwal, tepatnya pukul 08.13 WIB," ucapnya.

Fajar memastikan tak ada korban jiwa akibat kecelakaan ini. Pilot selamat setelah menggunakan kursi lontar.

Sebelumnya, pesawat tempur milik TNI AU berjenis Hawk 200 TT 0209 itu berangkat dari Pekanbaru sebelum jatuh di Kampar. Pilot pesawat tersebut adalah Lettu Pnb Apriyanto Ismail yang pertama kali solo terbang pada tahun 2018.

"Itu pesawat dari Lanud Pekanbaru, latihan biasa, normal," kata Marsma Fajar Adriyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (15/6).



Pesawat tersebut jatuh di wilayah Perum Sialang Indah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Pilot berhasil selamat dan sempat ditolong oleh warga.

Dilansir situs TNI Angkatan Udara (AU), diakses detikcom pada Senin (15/6/2020), Hawk 200 adalah pesawat buatan British Aerospace (BAE), Inggris. Pesawat ini mulai bergabung dengan TNI AU sejak 1996.

Spesifikasinya, pesawat ini bermesin Turbo Fan, 871 Adour twin-spool. Mesin turbofan rendah ini merupakan produk dari Rolls-Royce.

Pesawat didesain untuk melaksanakan misi 'air to ground attack' atau penyerangan ke darat. Pesawat ini mampu melesat 1,2 kali kecepatan suara, atau setara dengan 1.470 km/jam dengan membawa berbagai persenjataan.

Saksi Mata Jatuhnya Pesawat TNI AU: Ada 2 Kali Ledakan:

(haf/idh)