Anggota Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Remaja Diperkosa 7 Pria

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 01:27 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati mengutuk pelaku pemerkosaan remaja 16 tahun di Tangerang yang menyebabkan depresi hingga kematian korbannya. Sari menyebut pelaku telah bertindak keji.

"Saya sebagai perempuan dan seorang Ibu mengutuk perbuatan pelaku pemerkosaan remaja putri 16 tahun di Tangerang. Pelakunya keji!" ujar Sari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2020).

Sari meminta aparat mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memberikan hukuman yang berat. Menurutnya, hal ini dimaksud untuk menimbulkan efek jera.

"Saya mendorong pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas serta memberikan hukuman seberat-beratnya, jika mengacu pada pasal 285 KUHP maksimal 12 tahun penjara. Atau Pasal 80 dan 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya paling singkat 10 tahun hingga maksimal 20 tahun penjara," kata Sari.

"Lalu ditambah Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak yaitu kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia. Untuk memberi efek jera supaya tidak terulang kembali kasus serupa," sambungnya.

Wabendum DPP Partai Golkar ini mengapresiasi kinerja kepolisian. Dimana menurutnya, polisi telah bertindak cepat menangkap pelaku perkosaan.

"Saya mengapresiasi Pihak Kepolisian yang telah menangkap 4 dari 7 tersangka pemerkosaan," tuturnya.

Sari meminta agar pihak kepolisian mendalami hubungan pemerkosaan, depresi dan meninggalnya korban. Sari berharap agar kasus ini dapat terungkap.

"Diketahui sebelum pemerkosaan, korban diberikan pil excimer lalu setelah pemerkosaan, korban sempat sakit dan depresi, dirawat di Rumah Sakit Jiwa sampai kemudian meninggal. Ini perlu didalami oleh Kepolisian bagaimana hubungan kasus pemerkosaan dengan meninggalnya korban, bisa dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika atau pasal lain yang sesuai dengan fakta hukum. Saya sampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, semoga titik terang kasus ini dan keadilan ditegakkan pihak yang berwajib," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, seorang remaja berusia 16 tahun diperkosa secara bergilir oleh 7 orang laki-laki di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Setelah kejadian itu, korban jatuh sakit hingga meninggal dunia.

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap 4 dari 7 pelaku. Tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Pelaku baru kami tangkap empat (orang), yang tiga lagi dalam pengejaran. Yang empat itu salah satunya yang mengaku sebagai pacar korban," kata Kapolsek Pagedangan AKP Efri saat ditemui detikcom di kantornya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/6/2020).

(dwia/dwia)