In Memoriam Pramono Edhie Wibowo (3)

Ketika Jenderal Pramono Edhie Menolak Suap Rp 20 M

Sudrajat - detikNews
Minggu, 14 Jun 2020 19:04 WIB
Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo
Foto: Pramono Edhie Wibowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jenderal Pramono Edhie Wibowo sejatinya tak anti pengusaha. Termasuk mereka yang bergerak di bidang pengadaan alat utama sistem kesenjataan (Alutsista) TNI. Hanya saja dia tidak rela bila para pengusaha itu mengambil keuntungan jauh berlipat sehingga memberatkan keuangan negara.

Karena itu sejak menjadi KSAD, Jenderal Pramono Edhie selalu melakukan cek ulang tentang harga-harga alutsista yang ditawarkan para broker. Bila aksi ambil untung dinilai keterlaluan ia tak segan memutusnya.

"Salah satu contohnya dalam kasus pembelian tank Leopard," kata Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo Prof Rajab Ritonga kepada detik.com melalui telepon, Minggu pagi (14/6/2020).

Tak cuma itu. Jenderal Pramono juga pernah menolak iming komisi atau suap pengadaan teropong 5.000 teropong Trijicon. Teropong buatan Amerika Serikat itu akan digunakan untuk melengkapi senapan serbu SS1 buatan Pindad.

"Bayangkan, harga teropong yang ditawarkan Rp 30 juta, padahal dari pabriknya cuma Rp 9 juta," kata Rajab.

Jokowi Kenang Pramono Edhie: Beliau Prajurit TNI yang Sangat Baik:

Selanjutnya
Halaman
1 2