"Kita memasang box trap, karena upaya penghalauan selama ini tidak berhasil. Satwa berkeliaran masuk beberapa perkampungan dan membuat resah warga," kata Kepala BKSDA Sumbar Resor Konservasi Solok, Afrilius kepada detikcom, Minggu (14/6/2020).
Afrilius mengatakan, Hariamu dengan nama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diperkirakan masuk perangkap di kawasan perbukitan Singguluang. Menurut Afrilius, pencarian Harimau itu sudah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, karena beberapa kali harimau meneror warga.
BKSDA dan warga mengevakuasi harimau selama 8 jam. Proses evakuasi dilakukan dengan membawanya secara langsung, setelah dilakukan pembiusan.
Harimau tersebut selanjutnya dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (PRHS) di Kabupaten Dharmasraya, untuk dirawat. Harimau adalah salah satu satwa liar yang harus dilindungi.
"Kita kirim ke pusat rehabilitasi di Dharmasraya. Nantinya di sana akan diperiksa dulu kondisi kesehatannya sampai waktunya harus dirilis dan dilepasliarkan kembali ke habitatnya," pungkasnya. (zap/zap)











































