PPDB DKI Jakarta, Kuota Hingga Cara Memilih Sekolah untuk SMA

Lusiana Mustinda - detikNews
Minggu, 14 Jun 2020 15:28 WIB
Pra Pendaftaran Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta akan dimulai pada, Kamis (11/9). Nah, seperti apa sih persiapannya?
PPDB DKI Jakarta. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di DKI Jakarta sudah dimulai pada (11/06/2020). Berbeda dengan tahun sebelumnya, pendaftaran PPDB DKI Jakarta ada sedikit perbedaan.

Pertama-tama calon murid wajib melakukan prapendaftaran PPDB Jakarta secara online pada 11 Juni hingga 3 Juli 2020. Jalur pendaftaran untuk SMA bisa dari jalur prestasi, afirmasi, inklusi, zonasi, pindah tugas orang tua dan anak guru, tahap akhir anak tenaga kesehatan korban Covid-19.

Terkait kuota, khusus untuk jalur afirmasi SMA naik dari yang semula 20 persen menjadi 25 persen.

"Kebijakan PPDB DKI Jakarta memberikan ruang bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri, serta meminimalisir terjadinya ketimpangan sosial," ujar Disdik DKI melalui keterangan pers tertulis beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk jalur zonasi, Pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyediakan sebanyak 40 persen untuk penerimaan siswa baru SMP dan SMA.

Jalur PPDB zonasi merupakan jalur yang disediakan bagi calon peserta didik yang telah tinggal lama di zona sekurang-kurangnya mulai 1 Juni 2019 dan dibuktikan dengan KK (Kartu Keluarga).

Dan cara untuk memilih sekolah SMA bisa dicek di website ppdb.jakarta.go.id. Anda bisa memilih terlebih dulu daftar jalur yang hendak diikuti, kemudian klik aturan dan nanti akan muncul pemilihan sekolah tujuan. Di sini Anda akan dijelaskan berapa banyak peminatan. Pilihan peminatan pada saat pengajuan pendaftaran secara daring (online) untuk SMA paling banyak 3 (tiga) peminatan pada 1 (satu) sekolah atau 3 (tiga) peminatan pada sekolah yang berbeda.

Untuk calon murid yang kesulitan mengakses internet, Disdik DKI Jakarta akan menyiapkan posko di setiap Suku Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah. Tentunya tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Tonton video 'DPRD DKI F-Golkar Dorong Penghapusan Aturan Usia dalam PPDB SMA':

(lus/erd)