Sekolah Tak Buka di Tahun Ajaran Baru, Pengamat: Bahaya Kalau Tatap Muka

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Jun 2020 09:44 WIB
Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji
Foto: Rahel/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut, pada tahun ajaran baru, belum tentu kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara tatap muka. Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menilai upaya pendidikan jarak jauh ini positif, namun masih bermasalah.

"Kalau dari sisi kesehatan jelas kelihatannya kurva bukan turun malah semakin naik bahaya kalau anak anak ini disuruh tatap muka, mereka bisa jadi klaster baru, dari sisi untuk menghindari tatap muka sebuah langkah positif," kata Indra saat dihubungi, Sabtu (13/6/2020).

Meski demikian, Indra menyebut pendidikan jarak jauh juga masih harus dievaluasi. Penerapan 3 bulan belakangan ini, menurutnya masih menimbulkan banyak masalah.

"Banyak sekali problem, tapi sampai hari ini belum ada evaluasi atau langkah konkret dalam perbaiki kondisi tersebut, harusnya Kemendikbud membuat kebijakan yang mendukung gimana pelaksanaan PJJ daring di tahun ajaran baru berjalan baik," ucapnya.

Indra pun mencontohkan masih banyak siswa di Indonesia yang belum bisa mengakses internet atau memiliki biaya beli pulsa. Karena itu, menurutnya, Kemendikbud harusnya memikirkan langkah lain untuk mengantisipasi ini.

"Itu sama sekali belum ada, atau dinas pendidikan, harusnya dipimpin Kemendikbud lakukan ini, itu baru sisi infrastruktur, termasuk kita bicara juga selama ini ada anggaran beli peralatan gawai-gawai ini, tiap tahun ada, nah kok nggak ada pembicaraan pengadaan gitu, banyak cara lah anak-anak nggak punya akses dikasih akses, komputer bekas nggak kepake, itu bisa disumbangkan, kalau mau dicari langkahnya ada selalu langkah, tapi pemerintah belum ada langkah ini sangat disayangkan," ujar Indra.

Selain itu, dia mengungkap banyaknya guru-guru yang belum siap untuk mengajar dengan cara daring atau online. Selain itu, banyak orang tua yang juga belum bisa membimbing anaknya melakukan kegiatan belajar-mengajar secara online.

"Guru guru juga disiapkan, selama ini dibiarkan saja, disuruh PJJ daring tapi nggak ada evaluasi. Kemudian orang tua juga harus disiapkan, ortu Indonesia enggak terbiasa urus pendidikan di rumah, mereka stres bingung karena nggak tau harus gimana," ungkapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan, dimulainya tahun ajaran baru bukan berarti sekolah-sekolah akan kembali dibuka. Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Hamid Muhammad menegaskan, dimulainya tahun ajaran baru ini berbeda dengan pembukaan sekolah untuk tatap muka.

"Saya tegaskan sekali lagi, tanggal dimulainya tahun ajaran baru itu berbeda dengan tanggal dimulainya KBM (kegiatan belajar-mengajar) tatap muka. Tolong itu dibedakan. Ini kadang-kadang rancu ya, bahwa tahun pelajaran baru itu juga pembukaan sekolah untuk tatap muka. Jadi tanggal 13 Juli umumnya yang mungkin berbeda dari satu provinsi dengan provinsi lain, itu adalah dimulainya tahun ajaran baru 2020-2021," jelas Hamid dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6).

(maa/aik)