Analisis BMKG soal Gempa M 5,4 yang Guncang Sumbawa NTB

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2020 20:48 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi Umum
Ilustrasi gempa Foto: Mindra Purnomo
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo (M) 5,4 mengguncang Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, Sabtu 13 Juni 2020 pukul 16.15.50 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik. Semula gempa ini dilaporkan berkekuatan M 5,4.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,1," kata Rahmat dalam rilis resmi BMKG, Sabtu (13/6/2020).

Episenter gempaterletak pada koordinat 9,04 LS dan 117,90 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 km arah Tenggara Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB. Gempa berada pada kedalaman 11 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Rahmat.



Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Sumbawa III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Bima, Dompu, III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, Karangasem, dan Labuan Bajo, II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ucapnya.

Hingga pukul 16.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 5 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujar Rahmat.

(hri/idh)