Pulang dari Mesir, Anggota DPR Kucing-kucingan dengan Wartawan
Jumat, 23 Des 2005 17:48 WIB
Jakarta - Seperti sudah diduga sebelumnya, kedatangan anggota DPR dan istri dari kunjungan ke Mesir dan sejumlah negara di Timur Tengah tak berhasil diliput wartawan. Para anggota dewan dan istri berhasil lolos dari sorotan kamera setelah kucing-kucingan dengan wartawan.Puluhan wartawan baik dari media cetak dan elektronik sudah menunggu kedatangan 13 anggota DPR dan istri sejak pukul 12.00 WIB, Jumat (23/12/2005) di terminal kedatangan luar negeri (Terminal F) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.Namun berdasarkan informasi dari sejumlah petugas di bandara, para anggota DPR tidak turun lewat pintu kedatangan seperti layaknya penumpang umum. Mereka akan dijemput bus khusus milik Angkasa Pura langsung dari tangga pesawat dan akan dibawa ke suatu tempat.Informasi yang berkembang, bus khusus yang membawa anggota DPR dan sejumlah istri ini akan langsung menuju ke Hotel Bandara Sheraton, yang berjarak sekitar 5 km dari bandara.Mendapat informasi tersebut, rombongan wartawan dipecah menjadi dua. Ada yang berjaga di pintu keluar kargo yang merupakan pintu keluar masuk kendaraan dari dalam kompleks bandara, dan sebagian wartawan menunggu di Hotel Sheraton.Rombongan DPR ini menggunakan pesawat Qatar Air dengan nomor penerbangan 626 dari Dubai. Dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.45 WIB. Namun setelah dicek ke petugas, jadwalnya mengalami keterlambatan. Pesawat yang transit di Singapura ini baru landing sekitar pukul 15.00 WIB.Wartawan yang menunggu di pintu kargo akhirnya sempat memergoki bus yang membawa anggota rombongan DPR keluar areal bandara. Mereka menumpangi bus milik Angkasa Pura dengan nomor polisi B 7546 BO.Sejumlah wartawan sempat melihat para istri anggota dewan berada di belakang kemudi sebelah kanan, sementara anggota dewan ada di kursi sebelah kiri. Paling depan tampak anggota DPR Choirul Saleh.Saat kamera wartawan dari sebuah stasiun televisi menyorotkan ke mereka, anggota DPR yang berada paling depan menundukkan kepala dan berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Sementara para ibu menggunakan kerudung dan kacamata hitam. Mengetahui ada wartawan yang menunggu, sopir bus memacu kendaraan lebih kencang.Sejumlah wartawan berusaha mengejar bus tersebut. Banyaknya polisi tidur di kompleks bandara membuat laju kendaraan tidak bisa terlalu kencang. Bus kemudian berbelok masuk ke gudang Integrated Business Park. Di tempat itulah wartawan kehilangan jejak. Diduga di tempat inilah rombongan ganti kendaraan. Akhirnya, wartawan tak berhasil mewawancarai para anggota DPR dan istri usai pelesir dari Mesir.Kepergian para anggota dewan ini menimbulkan kontroversi sejak berangkat pada 16 Desember lalu. Maklum saja, pimpinan DPR sudah mengeluarkan edaran larangan bagi anggota DPR ke luar negeri, namun 14 anggota DPR ngotot ke luar negeri. Beberapa angota dewan bahkan membawa serta istrinya.
(jon/)











































