KPK Jelaskan Awal Mula Kasus Korupsi yang Jerat Eks Dirut PT DI

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 18:20 WIB
Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur Jakarta membuat sebagian huruf P di yang menempel di Gedung KPK Ambrol. Begini penampakannya.
gedung KPK. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

KPK mengumumkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Budi Santoso sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI (Persero). Budi menjadi tersangka bersama Irzal Rinaldi Zailani selaku Asisten Dirut Bidang Bisnis Pemerintah.

"Kami akan menyampaikan informasi terkait dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penjualan dan pemasaran di PT. Dirgantara Indonesia (persero) tahun 2007-2017. Di mana selama proses penyelidikan telah di temukan adanya bukti permulaan yang cukup dan ditemukan tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2020).



Firli mengatakan kasus ini bermula pada tahun 2008, Budi selaku Dirut PT DI dan Irzal selaku Asisten Dirut Bidang Bisnis Pemerintah mengadakan rapat bersama sejumlah pihak. Firli menyebut rapat itu membahas kebutuhan dana PT DI (persero) untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya, termasuk biaya entertainment dan uang rapat-rapat lain.

"Bahwa pada awal tahun 2008, tersangka BS selaku Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan tersangka IRZ selaku Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah bersama-sama dengan Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Direktur Aerostructure, Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan," ujarnya.

"Mereka melakukan rapat mengenai kebutuhan dana PT DI (persero) untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya, termasuk biaya entertainment dan uang rapat-rapat yang nilainya tidak dapat dipertanggungjawabkan melalui bagian keuangan," lanjutnya.

Simak video 'KPK Ciduk Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3