Seperti Indonesia, 7 Negara Ini Juga Batal Berangkatkan Haji 2020

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 17:57 WIB
Dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan segera dibuka kembali di tengah pandemi Corona. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi umat islam di seluruh dunia.
Foto: Getty Images/Abid Katib/Seperti Indonesia, 7 Negara Ini Juga Batal Berangkatkan Haji 2020
Jakarta -

Indonesia telah resmi membatalkan keberangkatan haji 2020/1441 H karena pandemi COVID-19. Selain Indonesia, ada 7 negara lain yang juga membatalkan haji 2020.

Negara tersebut adalah Afrika Selatan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, India, Mesir, dan Uzbekistan. Afrika Selatan saat ini masih menutup perbatasan dan belum membuka perjalanan internasional komersial.

"Berdasarkan penutupan perbatasan kami, pembatasan perjalanan internasional dan masalah terkait COVID-19 maka dengan sangat menyesal kami informasikan jamaah haji 2020/1441 H Afrika Selatan tidak diberangkatkan," tulis South African Hajj & Umrah Council (SAHUC) dalam pesan yang diterima detikcom pada Jumat (12/6/2020).

Untuk Malaysia, pembatalan haji 2020 diumumkan menteri urusan agama Zulkifli Mohamad Al-Bakri. Dikutip dari Al Jazeera, Malaysia khawatir jamaah tertular COVID-19 selama pelaksanaan haji.

"Saya berharap calon jamaah haji terus bersabar dan menerima keputusan ini," kata ujar Zulkifli. Keputusan tersebut akan berdampak pada sekitar 31.600 jamaah asal Malaysia yang akan mengikuti haji tahun ini.

Di Brunei Darussalam, pembatalan haji 2020 diumumkan menteri urusan agama Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Badaruddin bin Pengarah Dato Paduka Haji Awang Othman. Keputusan berlaku bagi Jamaah berangkat sendiri atau dengan bantuan negara.

"Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam memberikan persetujuan atas rekomendasi yang diberikan Brunei Islamic Religious Council (MUIB) untuk menunda pelaksanaan haji tahun ini," ujar Badaruddin dikutip dari Borneo Bulletin.

Dikutip dari Financial Times, Arab Saudi mempertimbangkan pembatalan haji 2020 setelah pandemi COVID-19 masih terjadi di seluruh dunia. Selain pembatalan, opsi lain adalah menyelenggarakan haji dengan kapasitas lebih kecil.

"Semua opsi tersedia tapi prioritasnya adalah kesehatan dan keselamatan jamaah haji. Isu ini kami pelajari dengan hati-hati dan berbagai skenario dipertimbangkan. Keputusan resmi akan dibuat dalam satu minggu," ujar seorang pejabat senior dari kementerian haji dan umroh Arab Saudi.

Ibadah haji yang mengumpulkan semua umat Islam dari seluruh dunia biasanya dilakukan pada akhir Juli, dengan jumlah jamaah sekitar dua juta orang tiap tahun. Kemungkinan pembatalan haji muncul setelah berbagai even internasional, misal Olimpiade, harus ditunda pelaksanaannya akibat infeksi virus corona.

(row/erd)