Pasukan TNI/Polri Nonorganik Ditarik dari Aceh 29 Desember
Jumat, 23 Des 2005 16:49 WIB
Banda Aceh -
Keseluruhan pasukan TNI dan Polri nonorganik akan segera ditarik dari Aceh menyusul berakhirnya proses decommissioning senjata GAM tahap akhir. Pemulangan pasukan TNI akan digelar dengan upacara lengkap pada 29 Desember mendatang di Lhokseumawe, Aceh Utara. Sedangkan pasukan Polri non organik akan ditarik pada 31 Desember 2005. Hal itu diungkapkan Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith dalam jumpa pers usai rapat AMM di pendopo gubernur NAD, Banda Aceh, Jumat (23/12/2005). "Penarikan final pasukan TNI non organik akan dilakukan pada dua tahap, pada 27 Desember dan 29 Desember. Akan dilakukan suatu upacara khusus untuk penutupan," jelasnya. Jumlah pasukan TNI yang akan dipulangkan ke kesatuannya masing-masing dalam dua tahap tersebut berjumlah 6.811 personel. Sedangkan jumlah pasukan Polri nonorganik termasuk satuan Brimob berjumlah 2.150. "Ini merupakan tahap akhir pemulangan pasukan TNI dan Polri non organik dari Aceh," tambahnya. Pada wartawan usai jumpa pers, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Supiadin AS pada wartawan mengatakan bahwa upacara lengkap yang akan dilakukan pada 29 Desember mendatang, selain menghadirkan Muspida NAD, juga akan menghadirkan perwakilan pemerintah Indonesia dan GAM. Ditambahkan Supiadin, pasukan organik TNI di Aceh masih kurang 724 personel jika merujuk pada isi MoU RI dan GAM yang menyebutkan, setelah relokasi tentara organik di Aceh hanya berjumlah 14.700 personel. "Tapi itu akan kita penuhi secara pelan-pelan," tandasnya. Sementara itu, pasukan Polri organik di Aceh paska penarikan tahap akhir -- sesuai MoU -- berjumlah 9.100 personel.
(nrl/)










































