Zaenal Ma'arif Keberatan Parlemen Dibilang Paling Korup
Jumat, 23 Des 2005 16:32 WIB
Jakarta - Hasil survei Tranparency International (TI) di 69 negara (termasuk Indonesia) ditepis Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif. Dia keberatan parlemen dicatat paling korup kedua setelah parpol.Ia menilai indikator korupsi yang dilakukan di parlemen tidak jelas. Seharusnya praktik korupsi yang dilakukan kalangan parlemen dirinci dengan jelas."Karena saya tidak melihat anggota parlemen bisa melakukan korupsi. Jadi saya sangat keberatan sekali," kata Zaenal di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (23/12/2005).Ia mengungkapkan, kalau masalah konflik kepentingan di parlemen memang tidak bisa dipungkiri. Tapi anggota DPR tetap tidak bisa menjadi pelaksana dari kebijakan yang dibuat pemerintah."Jadi yang dikorupsi itu apa? Karena DPR tidak melakukan hal-hal seperti pelaksana kebijakan, apa itu bisa dikorup?" tanyanya.Ia lalu minta survei TII ke depannya bisa menunjukkan bukti-bukti yang lebih konkret, seperti siapa dan partai apa yang melakukan tindakan korupsi."Karena saya tidak melihat analisisnya dari mana kami bisa melakukan korupsi, meski memang ada komunikasi saat penempatan seseorang untuk duduk di perusahaan milik pemerintah," tuturnya.Tapi hal itu, imbuhnya, tetap dilakukan dengan berlandaskan asas kepantasan dan profesionalisme. "Meski juga kadang-kadang ada yang subhat yang kami terima, tapi yang haram tidak," katanya.
(umi/)











































