Membandingkan Hal Memberatkan dan Meringankan di Tuntutan Penyerang Novel

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 11:16 WIB
Korban penyiraman air keras Novel Baswedan bicara alasannya tak ikut rekonstruksi yang digelar polisi. Faktor kesehatan jadi alasan ia tak ikut rekonstruksi itu
Penyidik senior KPK Novel Baswedan yang mata kirinya mengalami kebutaan akibat disiram air keras (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Penyidik senior KPK Novel Baswedan kecewa dengan tuntutan hukuman 1 tahun penjara untuk 2 polisi yang menyiramkan air keras ke wajahnya. Jaksa yang membacakan tuntutan memiliki argumen sendiri mengenai besaran tuntutan untuk dua terdakwa atas nama Ronny Bugis dan Rahmat Kadir itu.

Pembacaan tuntutan itu berlangsung pada Kamis, 11 Juni kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa berpendapat bila perbuatan Rahmat Kadir dan Ronny Bugis sedari awal tidak diniatkan untuk melakukan penganiayaan berat pada Novel. Padahal dalam fakta persidangan disebutkan bila penyerang Novel itu sudah menyiapkan cairan keras yaitu asam sulfat untuk melukai Novel.

"Bahwa dalam fakta persidangan, terdakwa tidak pernah menginginkan melakukan penganiayaan berat. Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman cairan air keras ke Novel Baswedan ke badan. Namun mengenai kepala korban. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Novel Baswedan mengakibatkan tidak berfungsi mata kiri sebelah hingga cacat permanen," ujar jaksa saat membacakan tuntutan.

Jaksa menyebut dakwaan primer yang didakwakan dalam kasus ini yaitu Pasal 355 ayat 1 KUHP tidak terbukti. Oleh karena itu, jaksa hanya menuntut kedua terdakwa dengan dakwaan subsider yaitu Pasal 353 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

"Oleh karena dakwaan primer tidak terbukti, terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan primer. Kemudian kami akan membuktikan dakwaan subsider. Dakwaan subsider melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP," tambah jaksa.

Untuk penjelasan pasal demi pasal yang disampaikan jaksa bisa dilihat lebih detail pada tautan di bawah ini:

Selain itu jaksa turut memberikan unsur-unsur hal yang memberatkan dan meringankan sebelum memberikan tuntutan 1 tahun penjara bagi Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Untuk hal memberatkan, jaksa hanya mencantumkan 1 poin, sedangkan hal meringankan dijabarkan jaksa dalam 4 poin.

Berikut hal memberatkan dan meringankan dalam tuntutan tersebut:

Dua orang anggota polisi aktif pelaku penyerangan kepada Novel Baswedan dibawa keluar dari Polda Metro Jaya. Keduanya hendak dipindahkan ke Bareskrim Polri.Dua orang anggota polisi aktif pelaku penyerangan kepada Novel Baswedan dibawa keluar dari Polda Metro Jaya mengenakan baju tahanan warna oranye (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Ronny Bugis

Hal-hal yang memberatkan:
- Perbuatan terdakwa telah mencederai kehormatan institusi Polri.

Hal-hal yang meringankan:
- Terdakwa belum pernah dihukum,
- Terdakwa mengakui perbuatannya di depan persidangan,
- Terdakwa kooperatif dalam persidangan, dan
- Terdakwa telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun.

Rahmat Kadir:

Hal-hal yang memberatkan:
- Perbuatan terdakwa telah mencederai kehormatan institusi Polri.

Hal-hal yang meringankan:
- Terdakwa belum pernah dihukum,
- Terdakwa mengakui perbuatannya di depan persidangan,
- Terdakwa kooperatif dalam persidangan, dan
- Terdakwa telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun.

Simak video 'Jaksa Sebut Penyerang Novel Baswedan Tak Diperintah Siapapun!':