Kapolda DIY: Awas Parsel Bom!

Kapolda DIY: Awas Parsel Bom!

- detikNews
Jumat, 23 Des 2005 15:30 WIB
Yogyakarta - Menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2006, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Bambang Aris Sampurno Djati mengingatkan kepada masyarakat Yogyakarta untuk mewaspadai kemungkinan memperoleh kiriman "parsel bom" dari orang-orang yang mempunyai maksud melakukan teror. Sebab pelaku terorisme dengan bom itu sering menggunakan berbagai cara seperti menggunakan sepeda motor, mobil, bom ransel atau bom bunuh diri, bahkan dengan cara mengirimkan parsel."Saat ini harus meningkatkan kewaspadaan. Polda DIY akan melakukan pengawasan ketat terhadap kemungkinan ancaman aksi teror dan kita optimis mampu melakukan tugas pengamanan yang maksimal dalam perayaan Natal dan Tahun Baru," kata Bambang Aris kepada wartawan seusai apel kesiapan Operasi Lilin Progo 2004, di Lapangan Parkir Mandala Krida Yogyakarta, Jumat (23/12/2005).Imbauan Bambang itu didasari oleh berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Kota Yogyakarta beberapa tahun lalu seperti peristiwa pada malam Tahun Baru 2000 di taman parkir depan kantor Bank Indonesia (BI) di Jalan Senopati yang mengakibatkan satu orang luka.Bambang juga memerintahkan masing agar gereja-gereja yang akan digunakan beribadah umat Kristiani disweeping. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman teror dan hal-hal yan tidak diinginkan lainnya."Saya sudah menginstruksikan kepada masing-masing Kapolres untuk melakukan sweeping di sekitar gereja sebelum digunakan untuk beribadah," katanya.Bambang mengatakan, mulai hari ini dan hari Sabtu pagi petugas akan menyisir gereja-gereja menggunakan alat metal detektor oleh Brimob Polda DIY. Pada saat umat Kristiani akan memasuki gereja juga akan diperiksa oleh petugas. "Semua ini kita lakukan sebagai langkah preventif dan antisipatif," katanya. Menurut Bambang, masing-masing Polres maupun Polsek sudah mengetahui daerah dan gereja mana saja yang perlu dipantau pengamanannya. Khusus di wilayah Kota Yogyakarta, beberapa gereja besar seperti Gereja Santo Antonius Kotabaru yang paling banyak didatangi umat, untuk pengamanan akan dipimpin langsung oleh perwira polisi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads