Garuda soal Kabar Pesawat Tergelincir di Banjarmasin: Pesawat Kempes Ban

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 23:31 WIB
Maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengenalkan pesawat baru dengan kabin mewah di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (1/2/2016). Layanan kabin mewah itu terpasang pada armada terbaru Garuda, Airbus 330-300. Di dalam kabin A330, terdapat layanan kursi Super Diamond Seat yang khusus untuk melayani penumpang kelas bisnis. (Ari Saputra/detikcom).
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pesawat PT Garuda Indonesia tergelincir di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), sesaat setelah mendarat dengan normal. Pesawat tersebut dilaporkan mengalami kempis ban.

Peristiwa terjadi hari ini, Kamis (11/6/2020) pada pukul 15.07 Wita tadi. Pesawat dengan nomor penerbangan GA 532 itu berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan terkait peristiwa pecah ban atau tergelincir pada penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 532 rute Jakarta-Banjarmasin pada hari ini, Rabu (11/6), perlu kiranya kami sampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah pesawat mengalami kempis ban sesaat setelah mendarat dengan normal pada cuaca hujan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, pada pukul 15.07 waktu setempat," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Irfan memastikan seluruh penumpang yang menumpangi pesawat tersebut dalam kondisi baik. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pesawat tersebut.

"Dapat kami sampaikan pula bahwa seluruh penumpang pada penerbangan GA 532 tersebut mendarat dengan selamat dan dalam kondisi baik. Adapun posisi pesawat saat ini telah berada di apron untuk pemeriksaan lebih lanjut," sebut Irfan.

Irfan menuturkan PT Garuda Indonesia meminta maaf atas insiden tersebut. Mengenai penyebab kempis ban, sebut dia, masih dalam penelusuran.

"Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Selanjutnya, Garuda Indonesia bersama pihak terkait sedang melakukan investigasi dan evaluasi lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut," ujarnya.

Catatan:

Judul diubah setelah redaksi meninjau kembali keterangan utuh dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

(zak/maa)