Dirut TransJakarta Lempar Ide Bangun Trem Blok M-Kota Saat Rapat di DPRD

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 21:31 WIB
Dirut Tj, Sardjono Jhony
Dirut TransJakarta Sardjono Jhony (Foto: dok. TransJakarta)

Meski demikian, Jhony mengaku hal tersebut baru sebatas usulan. Belum ada kajian apa pun mengenai perlu atau tidaknya trem di Jakarta.

"Kalau memang itu dibutuhkan oleh masyarakat, lalu kemudian disepakati bersama, mimpi itu bisa kita tindak lanjuti. Tindak lanjut seperti apa? Ya jadi kajian, jadi kajian kelayakan, jadi kajian keuangan, dan sebagainya sampai nantinya kita eksekusi," ucapnya.

Jhony mengatakan alasan usulan ide trem akan berada di koridor satu Blok M-Kota itu karena sudah ada jalurnya, sehingga tidak perlu izin yang panjang.

"Mengingat jalurnya sudah ada, artinya kita nggak perlu susah-susah bikin aturan baru, tinggal dipasang jalur tremnya dan itu bisa dipakai dua, bisa dipakai bus bisa dipakai oleh trem. Tapi nanti kalau ada trem, busnya nggak usah, busnya untuk koridor yang lain atau kebutuhan yang lain," jelas dia.

Menurutnya, penggantian bus dengan trem memiliki banyak manfaat. Misalnya rendah emisi karena menggunakan listrik hingga daya angkut penumpang lebih banyak.

"Kalau umpamanya dibutuhkan, kajiannya dinyatakan layak, kita eksekusi saja. Kita bikin dengan trem akan jauh lebih efisien, akan jauh lebih rapi, tenaganya tenaga listrik atau baterai, tidak pakai bahan bakar fosil, lebih rendah emisi, lebih ramah lingkungan, dalam artian tidak bising," tutur dia.

"Sekali angkut bisa sampai 4-5 gerbong, jadi efisien. Daripada kita barisin sekian banyak bus, nanti kalau misalkan dinyatakan layak, kita pakai trem, Jakarta lebih cakep," lanjut dia.

Halaman

(aud/aud)