Agung Minta TII Buktikan DPR dan Parpol Lembaga Terkorup
Jumat, 23 Des 2005 15:07 WIB
Jakarta - Partai politik dan DPR dituding sebagai lembaga terkorup berdasarkan survei yang dilaporkan Transparency International Indonesia (TII). Ketua DPR Agung Laksono bereaksi keras. Ia menyebut hasil survei itu sebagai bentuk tuduhan yang tidak jelas dan harus dibuktikan. "Kontek tuduhan korupsi itu tidak jelas indikasinya apa saja. Dalam kasus korupsi KPU beberapa waktu lalu, kan tidak ada parpol yang begini (sambil tanganya memberikan simbol uang sogokan)," kata Ketua DPR Agung Laksono saat dicegat wartawan sebelum bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2005).Lebih lanjut, Agung Laksono meminta pihak TII agar memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai indikasi-indikasi korupsi parlemen dan parpol yang menjadi dasar dikeluarkannya laporan tersebut. Agung mengaku tidak segan-segan membenahi lembaga yang dipimpinnya jika faktanya ada. "Kalau tuduhan itu benar, harus diperbaiki dan diterima dengan jiwa besar," kata Agung.Survei yang digelar Transparency International Indonesia (TII) tentang korupsi di Indonesia menyebutkan ada tujuh lembaga yang dinilai masyarakat paling korup tahun ini. Berdasar ranking perolehan nilai terbesarnya berturut-turut adalah, Partai Politik (4.2), Parlemen (4.0), Polisi (4.0), Bea dan Cukai (4.0), Peradilan (3.8), Pajak (3.8), dan Birokrasi (3.5). Hasil survei ini dilansir oleh Ketua Dewan Pengurus TII Todung Mulya Lubis kepada wartawan di Istana Presiden hari ini.
(jon/)











































