Jatuh Bangun Derman Dijadikan Buku: Dulu Cleaning Service, Kini Wakil Ketua PN

Andi Saputra, Andi Saputra - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 17:56 WIB
Ketua PN Subang, Derman Nababan, merintis karirnya secara perlahan. Dia sempat bekerja sebagai cleaning service (dok. Istimewa)
Foto: Wakil Ketua PN Subang, Derman Nababan, merintis karirnya secara perlahan. Dia sempat bekerja sebagai cleaning service (dok. Istimewa)
Jakarta -

Derman Nababan hingga hari ini masih tidak percaya bila ia akhirnya bisa menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Subang, Jawa Barat. Bukannya tanpa alasan. Dirinya mengawali karier sebagai cleaning service di PTUN Medan pada 1 Maret 1993. Jatuh bangun Derman ditulis lengkap dalam buku 'Terbanglah Rajawaliku'.

'Saya diterima menjadi CPNS Golongan IB. Tugas pokok sebagai cleaning service, satpam, dan jaga malam. Gaji hanya Rp 52.800," kata Derman kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Derman tinggal di Medan dengan mengontrak sebuah rumah bersama lima orang adiknya. Di sela-sela petugas kebersihan, ia melanjutkan kuliah. Tujuannya agar bisa meraih gelar Sarjana Hukum (SH) dan bisa mendaftar sebagai hakim. Gelar SH akhirnya ia raih pada 1998.


Di penghujung tahun yang sama, ia ikut ujian calon hakim dan lolos. Pada Juli 1999, Derman naik KM Sinabung dari Medan ke Jakarta untuk mengikuti Diklat Calon Hakim.

Derman sudah bertugas di 9 kota yang berbeda, yaitu Medan, Tebing Tinggi, Padang Sidimpuan, Tarutung, Jepara, Lubuk Pakam, Balige, Jambi, dan sekarang di Subang. Selain dengan jabatan sebagai Hakim, di berbagai kota itu pula ia belajar memimpin organisasi masyarakat.

"Terlalu banyak kesaksian yang Tuhan beri yang harus aku bagikan kepada banyak orang. Bagaimana Tuhan mengajar saya terbang seperti anak rajawali. Kesulitan, kegagalan, duka dan derita adalah cara-Nya mengajar saya, supaya sayap iman kokoh, tidak rapuh, terbang semakin tinggi lagi," terang Derma.

Bahtera rumah tangga Derman juga sempat diuji Tuhan. Istrinya, Romaida Simaremare meninggal dunia karena kanker payudara. Di saat kedua anak mereka Kevin Jagar Eliezer (kelas 4 SD) dan Tifany Saulina Nababan (kelas 6 SD) membutuhkan kasih sayang ibunya.

"Tuhan, mengapa ini harus terjadi?" kesah Derman kala itu.

Derman kemudian menikahi seorang jaksa Rumata Rosininta Sianya Manalu.

Lalu siapakah Derman? Derman merupakan anak petani miskin dari sebuah Dusun Lumbantobing. Tepatnya di lereng bukit Dolok Imun atau 259 km dari pusat Kota Medan.


Sebuah perkampungan yang sepi penghuni, namun berhawa sejuk, Desa Lumban Tongatonga, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara.

Ayahnya pekerja keras, terkadang harus mangombo 'upahan' ke Tanjung Leidong, menggergaji Kayu ke berbagai hutan hingga ke daerah Tapanuli Selatan dan Labuhan Batu. Sesekali mangula 'mencangkul' ke Tarutung.

Ibunya seorang napadot 'ulet dan pekerja keras' dari subuh hingga larut malam. Setiap pekan Selasa menjual tape jalan kaki ke Pasar Siborongborong buat mencukupi biaya hidup 7 orang anak-anaknya.

Lika-liku kehidupan Derman ditulis lengkap dalam buku 'Terbanglah Rajawaliku'. Semua ditulis tuntas, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Sebagian hasil penjualan akan didonasikan kepada orang kurang mampu.

(asp/jbr)