WNA Belum Yakin Bali Aman

WNA Belum Yakin Bali Aman

- detikNews
Jumat, 23 Des 2005 14:59 WIB
Denpasar - Keamanan Bali belum sepenuhnya pulih pascaguncangan bom Bali I dan II. Buktinya, warga asing enggan datang ke Bali karena belum yakin dengan keamanan Bali, terutama menyambut Natal dan tahum baru. Kekhawatiran warga negara sing tersebut disampaikan oleh wakil Konsul Jepang di Bali, Masahiro Sato, kepada wartawan usai bertemu dengan Gubernur Bali Dewa Made Beratha di rumah dinas gubernur, Jalan Surapati, Jumat (23/12/2005). Dalam pertemuan tersebut hadir beberapa konsul negara sahabat di Bali, di antaranya perwakilan konsul Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, dan Swis. Dalam pertemuan ini, Beratha menjelaskan kondisi keamanan dan usaha pemulihan Bali pascabom Bali II. "Keamanan Bali cukup. Tapi itu belum membuat warga kami (Jepang) untuk datang ke sini (Bali) akhir tahun ini," Sato. Menurutnya, warga negara Jepang akan melihat kondisi Bali akhir tahun ini sebelum memutuskan untuk berbondong-bodong datang ke Bali. Mereka menjadikan keamanan Bali dalam merayakan hari Natal dan tahun baru sebagai patokan sebelum memutuskan berlibur ke Bali. "Jika aman, dalam waktu tiga bulan, warga Jepang akan datang lagi ke Bali," ujarnya. Pascabom Bali II, kunjungan wisatawan ke Bali merosot tajam. Pada kondisi normal, wisatawan asing yang datang ke Bali per hari mencapai 5 ribu orang. Namun, pascabom Bali II, jumlah kunjungan per hari hanya sekitar 2 ribu orang. Negara-negara penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Bali adalah Australia, Jepang dan Cina. Beratha mengatakan, Polda Bali dibantu pihak keamanan lainnya akan memperketat penjagaan dalam perayaan Natal dan tahun baru. "Semua daerah rawan akan di jaga ketat, di antaranya pantai, tempat hiburan. Pengamanan juga akan dilakukan dari laut dan darat," demikian Beratha. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads