Penangkapan Petani di Jambi Dinilai Kriminalisasi, Polisi Beri Penjelasan

Ferdi Almunanda - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 14:40 WIB
Pertemuan pihak SPI dengan Polisi (dok. Istimewa)
Pertemuan pihak SPI dengan polisi (dok. Istimewa)
Jambi -

Serikat Petani Indonesia (SPI) mempertanyakan soal penangkapan dan dugaan kriminalisasi terhadap petani di Tebo, Jambi, usai peristiwa dugaan perusakan alat berat milik salah satu perusahaan. Polisi pun memberi penjelasan soal hal tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Jambi, Sarwadi, awalnya bercerita soal pertemuannya dengan pihak kepolisian usai ditangkapnya salah satu petani yang juga Ketua SPI Tebo, Junawal. Dia mengatakan pertemuan itu dilakukan untuk meminta penangguhan penahanan terhadap Junawal.

"Kemarin pagi, kita dari SPI di Kabupaten Tebo Jambi telah mendatangi Mapolres Tebo untuk mempertanyakan aksi penangkapan yang terjadi pada rekan kita bernama Junawal yang merupakan Ketua SPI Kabupaten Tebo, Jambi. Di sini kita meminta agar polisi menangguhkan penahanan kepada rekan kita itu karena dituduh membakar alat berat milik PT LAJ," kata Sarwadi, kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Sarwadi mengatakan penangkapan Junawal itu terjadi pada 26 Mei 2020. Saat itu, Junawal ditangkap atas dugaan pembakaran lima unit alat berat milik salah satu perusahaan.

"Saudara kami Junawal ini dikriminalisasi karena dituduh terlibat dalam kasus pembakaran lima unit alat berat milik PT LAJ yang terjadi pada 14 Mei 2019 lalu. Faktanya, Junawal hanya melakukan pembelaan atas perampasan tanah, penggusuran kebun dan kampung reforma agraria arahan Pak Jokowi," kata Sarwadi.

"Junawal dan petani SPI Kabupaten Tebo hanya membela hak atas tanahnya yang dijamin oleh Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak Asasi Petani dan Orang Bekerja di Pedesaan (UNDROP)," lanjutnya.

Sarwadi meminta polisi segera menangguhkan penahanan terhadap rekannya. "Kita harap polisi segera menepati janjinya untuk menangguhkan penahanan pada rekan kita ini," tuturnya.

Polisi kemudian memberi penjelasan soal kasus ini. Kapolres Tebo, AKBP Abdul Havidz, mengatakan penangkapan dilakukan usai adanya pembakaran lima unit alat berat yang dikontrak salah satu perusahaan di Desa Napal Putih, Serai Serumpun, pada Selasa (14/5/2019).

"Peranan Junawal di peristiwa tersebut adalah mengumpulkan warga, mengarahkan dan memerintahkan warga untuk melakukan pembakaran, menyiapkan bensin untuk pembakaran, ikut melakukan pembakaran alat berat," tutur Abdul.

Selanjutnya
Halaman
1 2