Agung Minta Pertanggungjawaban Anggota BURT yang ke Mesir

Agung Minta Pertanggungjawaban Anggota BURT yang ke Mesir

- detikNews
Jumat, 23 Des 2005 13:59 WIB
Jakarta - Pulang melancong dari Mesir, 15 anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bakal langsung ditodong Ketua DPR Agung Laksono. Yang pasti Agung bukan minta oleh-oleh. Ia hanya minta mereka membuat pertanggungjawaban "studi banding" yang dilakukan ke negara Timur Tengah itu."Selain minta perjelasan tertulis, saya akan mendengar penjelasan hasil kunjungan ke Mesir," kata Agung di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (23/12/2005).Menurutnya, kasus kunjungan ke Mesir harus menjadi pelajaran bagi anggota DPR lain yang akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri."Kita tidak melarang studi banding, yang penting persiapannya matang dan jadwalnya jelas, serta sesuai misi yang dituju," kata dia sambil memastikan keberangkatan rombongan Mesir itu resmi dari DPR.Namun soal studi banding RUU Perjudian yang dilakukan salah satu anggota BURT yang bertandang ke Mesir, Djoko Edhie Spetjipto Abdurahman, Agung mengaku hingga kini DPR belum pernah sedikit pun membicarakan masalah itu."Kami tidak pernah membicarakan, mewacanakan, apalagi menggelar rapat komisi untuk masalah itu," katanya.Sementara itu, sekitar 10 orang atas nama Paguyuban Pemilih Indonesia (PPI) melaporkan 15 orang anggota BURT yang pelesir ke Mesir itu ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Salah satu anggota PPI yang cukup familiar adalah Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia.Kunjungan ke Mesir dan Dubai dinilai tidak memiliki relevansi terhadap tugas BURT DPR. Keberangkatan mereka tetap tidak dapat ditolerir secara moral. Karena selain tidak urgent, perjalanan itu sendiri dilakukan di saat rakyat menanggung beban yang sangat berat.Untuk itu PPI mendesak BK DPR pro-aktif untuk minta keterangan kepada 15 anggota tersebut, termasuk polemik perizinan perjalanan. Karena bagaimanapun juga, mereka harus dimintai pertanggungjawaban. Apalagi kunjungan itu lebih bersifat wisata dibanding studi. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads