PAN Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen: 4% Saja Banyak Suara Hangus

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 11:03 WIB
Sekjen PAN,  Eddy Soeparno
Foto: Eddy Soeparno (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Partai Amanat Nasional (PAN) menolak wacana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dari 4% menjadi 7% dalam RUU Pemilihan Umum (Pemilu). PAN beralasan dengan PT 4% saat ini saja banyak suara mereka yang tak terwakili di DPR RI.

"Kita sudah menyampaikan dari awal bahwa PAN termasuk yang tidak setuju dengan ambang batas parlemen dinaikkan jadi 7%," kata Sekjen PAN, Eddy Soeparno kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

"Karena ketika ambang batas parlemen itu 4% saja, ada 13,5 juta suara di pemilu 2019 yang tidak terwakili, hangus, apalagi naikkan jadi 7%, berapa jumlah suara yang tidak terwakili nantinya, dan itu bertentangan dengan prinsip demokrasi, di mana setiap suara itu patut diperhitungkan, patut diperjuangkan," imbuhnya.


PAN, kata Eddy, ingin ambang batas parlemen tetap di angka 4%. Namun, Eddy mengatakan PAN tak menutup kemungkinan adanya perubahan sikap soal ambang batas.

"Kita pada prinsipnya tetap meminta pemberlakuan PT sekarang, 4%, tetapi tentu hal tersebut terbuka untuk kita bicarakan ketika nanti melakukan dialog dengan partai-partai," ujar Eddy.

PAN membuka pintu untuk partai lain membahas ambang batas dalam RUU Pemilu. PAN mengajak partai lain berdialog soal ambang batas ini.

"Inilah yang saat ini kami laksanakan, baik itu Fraksi PAN maupun pimpinan di DPP PAN bertemu, berdialog dengan pimpinan dari partai lain," imbuh Eddy.


Sebelumnya, Komisi II DPR RI akan merevisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Beberapa hal yang akan dikaji adalah soal angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dari yang saat ini 4%, dinaikkan menjadi 7%.

"Kita mau revisi UU Pemilu. Draf naskah akademi RUU Pemilunya lagi kita sempurnakan," ungkap Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustofa dalam perbincangan, Rabu (10/6).

Menurut Saan, ada beberapa alternatif besaran angka ambang batas parlemen yang diajukan dalam draf. Ambang batas parlemen atau parliamentary threshold adalah batas suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk ikut dalam penentuan perolehan kursi di DPR.

"Kalau di draf-draf itu kita ada 3 alternatif ya. Alternatif pertama ada yang 7% dan berlaku nasional. Alternatif kedua 5% berlaku berjenjang, jadi (DPR) RI 5%, (DPRD) Provinsi-nya 4%, Kabupaten/Kota 3%. Alternatif ketiga tetap 4% tapi provinsi dan kabupaten/kota 0% seperti sekarang," jelas Saan.

Tonton video 'DPR Bahas 3 Opsi Parliamentary Threshold Pileg 2024: Dari 4% Hingga 7%':

(rfs/gbr)