ADVERTISEMENT

Tuai Sorotan, RUU Larangan Minuman Beralkohol Tak Kunjung Tuntas Dibahas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 10:24 WIB
DPR RI mengelar rapat paripurna dalam rangka memperingati HUT DPR Ke-70 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015). Ketua DPR Setya Novanto berharap momen ini jadi pijakan menuju parlemen yang demokratis. Lamhot Aritonang/detikfoto
Foto: Ilustrasi rapat paripurna DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol yang masuk prolegnas 2020-2024 tengah ramai disorot publik. RUU Larangan Minuman Beralkohol sebenarnya bukan baru-baru ini diusulkan.

Di Twitter, draf RUU Larangan Minuman Beralkohol ini beredar dan dianggap masyarakat tak terlalu penting. Kebanyakan dari mereka menilai seharusnya DPR mengurusi hal lain saja ketimbang minuman beralkohol.

Selain itu, aturan ini dinilai bakal menimbulkan kejahatan baru. Kejahatan baru itu adalah produksi miras ilegal jika aturan ini disahkan.

Badan Legislasi DPR menegaskan RUU Larangan Minuman Beralkohol statusnya hanya masuk prolegnas dan belum ada drafnya lagi. Draf yang beredar adalah draf tahun 2015.

"Itu (RUU Larangan Minol) baru masuk Prolegnas, itu belum diusulin, belum ada drafnya kembali, dari pengusul belum ada untuk kita harmonisasi di Baleg," kata Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Atgas kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Achmad Baidowi menyebut RUU Larangan Minol ini diusulkan 3 fraksi. "RUU Larangan Minol menjadi salah satu prolegnas prioritas. Pengusulnya adalah Fraksi PPP bersama fraksi lainnya, kalau tidak salah PAN, PKS," kata Awiek kepada wartawan, Rabu (10/6).

RUU Larangan Minuman Beralkohol sebenarnya sudah lama diusulkan oleh Fraksi PPP DPR. Namun, nasib pembahasan rancangan produk legislasi ini tak kunjung tuntas dibahas. Wakil Ketua DPR 2014-2019, Fadli Zon, menyatakan RUU Larangan Minuman Beralkohol sudah diusulkan sejak DPR periode 2009-2014.

"RUU ini adalah usulan dari periode yang lalu. Saya kira kita masih perlu teliti lebih dalam tentang larangan minuman beralkohol, kita serahkan kepada pansus," kata Fadli Zon usai sidang paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT