Round-Up

Herannya PKS Saat Kasus Korupsi Sapi Dibunyikan Kader Gerindra

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 07:28 WIB
Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynudin
Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin (dok DPP PKS)
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) heran dengan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang menyinggung perihal kasus korupsi sapi. Kasus korupsi sapi itu disinggung Habiburokhman saat membahas adanya narasi yang menyebut Prabowo sebagai pengkhianat.

Habiburokhman menyebut narasi itu datang dari 'kaum tertentu' dan 'orang terlalu banyak makan uang haram korupsi sapi'. Namun, Habiburokhman tidak secara gamblang menjelaskan siapa 'kaum tertentu' dan 'orang terlalu banyak makan uang haram korupsi sapi' yang dimaksud.

Habiburokhman (Dok Pribadi)Habiburokhman (Dok Pribadi)

Untuk diketahui, eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq divonis bersalah dalam kasus korupsi impor daging sapi. Kasus korupsi terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8.000 ton itu terjadi pada 2013.

"Jika ada kritik dan ketidakpuasan dari elemen-elemen bekas pendukung, ya sikapi secara wajar saja. Di negara demokrasi seperti Indonesia, perbedaan sikap politik hal yang wajar. Nggak perlu lebay," kata Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Suhud mengaku PKS tak merasa memiliki masalah dengan Prabowo, bahkan ia menegaskan partainya totalitas dalam berkoalisi dengan Gerindra di momen-momen politik sebelumnya. Suhud mengatakan selama ini PKS juga menghormati keputusan Prabowo yang usai Pilpres 2019 bergabung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan.

"Kami menghormati Pak Prabowo. Kami sudah buktikan totalitas PKS selama kerja sama politik PKS-Gerindra. Kami mengakhiri kerja sama pun dengan baik-baik. Kami menghormati pilihan politik Pak Prabowo pasca-pilpres. Tidak ada masalah," tuturnya.

Simak video 'Agar Korupsi Berkurang, Novel: Bersihkan Dulu Penegak Hukumnya':

Selanjutnya
Halaman
1 2