Round-Up

Debat Istilah 'Kadrun', Bikinan PKI atau Semata 'Kadal Gurun'

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 22:06 WIB
Ilustrasi kadrun dalam pencarian Google. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Ilustrasi 'kadrun' dalam pencarian Google. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Ade Armando berdebat dengan Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (BAKOR KAN) Sumatera Barat soal istilah 'kadrun'. Kelompok yang melaporkannya itu, mengklaim kadrun ialah istilah buatan PKI. Namun, menurut Ade lain lagi.

Sebagaimana diketahui, Ade Armando dilaporkan ke polisi oleh BAKOR KAN karena posting-annya di media sosial. BAKOR KAN keberatan atas penggunaan istilah 'Kadrun' dalam posting-an Ade Armando soal aplikasi Injil Berbahasa Minangkabau.

Ada 6 poin dasar dan pertimbangan hukum BAKOR KAN terhadap Ade Armando. Pada poin 5 dan 6, BAKOR KAN menyoroti istilah 'Kadrun' di posting-an Ade Armando.

"Penggunaan istilah 'kadrun' atau yang diterjemahkan dengan Kadal Gurun merupakan sebutan rasis dan perlawanan yang menuduh bahwa agama Islam adalah agama orang Arab yang tidak pantas hidup di Indonesia," demikian penggalan poin 5 pernyataan BAKOR KAN yang dikutip detikcom, Rabu (10/6/2020).

Padahal, lanjut pernyataan itu, konstitusi dan peraturan telah mengakui bahwa agama Islam merupakan salah satu agama yang diakui dan dihormati di Indonesia. BAKOR KAN juga menyebut istilah 'Kadal Gurun' atau disingkat 'Kadrun' bukan sesuatu yang baru.

"Tapi itu adalah idiom lama bikinan orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai penyebutan atau olok-olok mereka terhadap Rasulullah SAW dan umat Islam. Karena mereka orang-orang Komunis itu tahu, Rasulullah SAW, nabinya umat Islam berasal dari Jazirah Arab yang banyak gurun pasirnya. Dan agama Islam diturunkan oleh Allah SWT pertama di tanah Arab, karena itu sebutan 'kadal gurun' mereka lontarkan sebagai olok-olok, selain mereka menghina Islam sebagai 'agama Arab'," bunyi lanjutan pernyataan BAKOR KAN yang diwakili 21 orang kuasa hukum.

Bagi BAKOR KAN, posting-an Ade Armando yang menyatakan warga Sumatera Barat 'lebih Kadrun dari Kadrun' adalah pernyataan yang melukai jiwa dan kesadaran Bhinneka Tunggal Ika. BAKOR KAN menilai pernyataan itu menunjukkan sikap kebencian terhadap orang Sumatera Barat.

Ade Armando tidak ambil pusing atas pelaporan terhadap dirinya. Dia yakin tak bersalah. Lalu, terkait istilah kadrun atau 'Kadal Gurun' dalam posting-annya, menurutnya tidak terkait dengan olok-olok PKI kepada umat Islam pada zaman dulu.

"Ya 'Kadrun' di sana bukan merujuk pada PKI, kenapa harus PKI. 'Kadrun' itu kan bahasa yang kita pakai sekarang itu untuk menjelaskan orang-orang yang berpikiran sempit, terutama yang dipengaruhi oleh gerakan ekstremisme, fundamentalisme dari Timur Tengah, makanya istilahnya 'Kadal Gurun' kan," ujar Ade saat dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2