Empat Anak Alm Bayudi Diberi Beasiswa oleh Bank Mandiri
Jumat, 23 Des 2005 11:42 WIB
Jakarta -
PT Bank Mandiri akan memberi penghargaan khusus kepada keluarga satpam Bank Mandiri, Bayudi, yang tewas saat bertugas. Bank Mandiri juga akan memberikan beasiswa kepada empat anak almarhum Bayudi.Janji ini disampaikan Direktur Distribusi dan Network Bank Mandiri Zulkifli Zaini usai acara pemakaman jenazah Bayudi di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Pejompongan, Jakarta, Jumat (23/12/2005)."Kami akan sangat memperhatikan keluarga almarhum yang ditinggalkan. Insya Allah akan kami berikan beasiswa sampai selesai kepada putra-putrinya yang masih sekolah," katanya.Ditambahkan, karena korban meninggal saat menjalan tugas, maka PT Bank Mandiri akan memberikan penghargaan khusus, selain imbalan yang telah diatur Bank Mandiri seperti hak pesangon. "Kita akan berikan penghargaan khusus sesuai ketentuan yang ada."Menurut Zulkifli, Bayudi adalah satpam yang ulet dan berdisiplin tinggi. Sehingga PT Bank Mandiri sangat kehilangan atas tewasnya Bayudi.Zulkifli juga menjelaskan akan mengevaluasi bidang pengamanan internal di Bank Mandiri. Bank Mandiri mempertimbangkan untuk memberikan asuransi kepada 2.000 anggota satpamnya. "Kita akan evaluasi, terutama kebijakan satuan pengamanan," katanya.Sementara itu keluarga korban tidak kuasa memberikan komentar. Istri korban, Sugiarti, tampak sangat terpukul atas kejadian yang menimpa suaminya. Hanya kakak korban, Suharti, yang bersedia berkomentar. Ia menyampaikan harapan agar pelaku penembakan segera ditangkap dan diadili.Bayudi tewas tertembus timah panas saat hendak membantu nasabah Bank Mandiri Ferdinand Surapalangan dari aksi perampokan beranggotakan 4 orang, yang terjadi di depan kantor Bank Mandiri Cabang Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan pada Kamis 22 Desember.Aksi perampokan sadis tersebut gagal membawa lari uang Rp 75 juta milik Ferdinand. Namun dua pucuk senjata yang dibawa perampok meletuskan timah panas hingga menewaskan Bayudi. Sedangkan Ferdinand dan seorang nasabah bernama Dinta mengalami luka tembak.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































