Netizen Penasaran, George Floyd Itu Siapa Masuk Google Trend

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 18:31 WIB
Nick Jonas
Foto: Dok. Instagram/nickjonas/Netizen Penasaran, George Floyd Itu Siapa Masuk Google Trend
Jakarta -

Sejumlah aksi simpatik atas meninggalnya George Floyd masih terus berlanjut hingga kini. Bukan hanya di Amerika Serikat, tapi juga di sejumlah negara.

Di Prancis, misalnya, seperti dikutip dari AFP, orang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada George Floyd. Di tengah aksi ini, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe memastikan kepolisian di negara itu tidak rasis.

Kematian dan unjuk rasa George Floyd ternyata bikin netizen ingin tahu lebih detail. George Floyd itu siapa hingga menjadi salah satu topik di Google Trend. Black Lives Matter Plaza belakangan muncul menjadi jalan di sekitar Washington, AS, mengenang kematian George Floyd.

George Floyd itu siapa? Dikutip dari CNN, dia adalah seorang pria berusia 46 tahun yang berasal dari Houston. Floyd pindah ke Minneapolis untuk bekerja sebagai tenaga keamanan di restoran milik temannya, Jovanni Thunstrom. Floyd mengalami masalah dengan oknum kepolisian setempat akibat uang USD 20.

Masalah tersebut berujung kematian Floyd yang dilakukan oknum kepolisian tersebut. Sosok George Floyd itu siapa hingga viral lewat video yang memperlihatkan kejadian saat dia ditangkap. Floyd tertelungkup di jalan dengan lutut seorang polisi menjepit lehernya. Polisi bernama Derek Chauvin tersebut kemudian dipecat dari kesatuannya.

Sejak video viral tersebut, sosok George Floyd itu siapa menjadi simbol tindakan rasis yang dialami kelompok tertentu di Amerika. Kematian George Floyd juga mengingatkan pada tindakan brutal kepolisian yang kerap berdampak negatif. George Floyd sebelum meninggal sempat mengatakan tidak bisa bernapas, namun dibiarkan hingga akhirnya meninggal.

Sosok George Floyd itu siapa menggerakkan banyak orang, termasuk Victoria Beckham, dari industri fashion. Dia tergerak untuk mendukung aksi Black Lives Matter di tengah protes akan kematian George Floyd. Victoria Beckham mengajak industri fashion juga menyuarakan menentang rasialisme.

"Jelas bahwa itu tanggung jawab kita untuk berbicara dan saya ingin menggunakan platform saya untuk pendidikan, percakapan, dan perubahan," tulisnya di Instagram.

George Floyd itu siapa juga menginspirasi rencana Adidas, untuk mengisi setidaknya 30 persen posisi di perusahaannya dengan orang kulit hitam atau Latin. Dikutip dari CNN, inisiatif perekrutan ini bertujuan meningkatkan representasi orang kulit hitam dalam tenaga kerja Amerika Utara.

(pay/erd)