Mediasi, Keluarga Minta Maaf soal Jenazah PDP Dijemput Paksa di RS Bekasi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 13:52 WIB
Mediasi antara keluarga dengan pihak RS Mekar Sari Bekasi soal Jenazah PDP Corona Dijemput Paksa
Mediasi antara keluarga dengan pihak RS Mekar Sari Bekasi soal Jenazah PDP Corona Dijemput Paksa. (Yogi/detikcom)
Bekasi -

Penjemputan paksa jenazah oleh sejumlah warga terhadap pasien yang diduga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Corona di salah satu rumah sakit di Bekasi berakhir damai. Pihak keluarga memenuhi undangan rumah sakit untuk mediasi.

Mediasi dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit Mekar Sari Evi Andri Winarsih, Wakapolsek Bekasi Timur AKBP Hotman Hutajulu, serta perwakilan keluarga korban. Pihak keluarga menyatakan permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada Senin (8/6) lalu itu.

"Jadi, kami dari pihak keluarga besar Rosidi almarhum, dalam hal ini saya anak dari Bapak Rosidi mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya terhadap pihak Rumah Sakit Mekar Sari yang mana telah terjadi insiden pada hari Senin kemarin yang benar-benar tidak kami kehendaki dari keluarga inti," kata Eko, perwakilan keluarga di Rumah Sakit Mekar Sari, Jalan Mekar Sari, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/6/2020).

Eko menambahkan insiden itu diakibatkan adanya rasa kepanikan dan kesedihan dari pihak keluarga serta warga.

"Itu didasari rasa panik yang sudah tidak bisa dibendung karena memang kondisinya, di samping juga kesedihan warga," imbuhnya.

Menurutnya, penjemputan paksa itu seharusnya tidak perlu terjadi. Untuk itu, Eko beserta perwakilan keluarga almarhum Rosidi memenuhi undangan pihak rumah sakit untuk mengucapkan permohonan secara langsung.

"Intinya, kami dalam hal ini datang kemari untuk memenuhi pihak rumah sakit dan kami dari lurah untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya," tutur Eko.

Selanjutnya
Halaman
1 2