Kongkalikong dengan Toko, Begini Modus Order Fiktif Pria di Kalbar Via Ojol

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 11:51 WIB
ojol
Foto ilustrasi aplikasi ojol. (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Polisi menahan Willy karena melakukan order fiktif pembelian barang lewat aplikasi ojek online (ojol) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Tersangka kongkalikong dengan pemilik toko dalam aksinya.

"Modus operandi, pelaku meminjam handphone dan akun aplikasi ojek online milik orang lain untuk membeli barang dengan aplikasi ojol. Kemudian pelaku bersepakat dengan pemilik toko bahwa akan memesan barang di toko tersebut dengan jasa ojol dengan syarat," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go kepada detikcom, Rabu (10/6/2020).

Syaratnya, lanjutnya, pemilik toko harus menaikkan/mark up harga barang yang dibeli. Tersangka mengambil untung lewat selisih harga itu.

"Setelah driver ojol membayar barang yang dipesan di toko tersebut, pelaku mengambil selisih harga dari mark up harga tersebut sebagai keuntungannya," tambahnya.

Donny mengatakan awalnya pelaku mendatangi toko elektronik di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur, pada Jumat (4/6). Dia menyampaikan kepada pemilik toko akan memesan kabel 3 rol dengan harga Rp 150.000.

"Kemudian pelaku sepakat dengan pemilik toko untuk melakukan mark up harga kabel tersebut menjadi Rp 315.000, selanjutnya pelaku meminjam HP milik Saudari Y dengan alasan untuk mesan barang melalui aplikasi ojol karena pelaku tidak memiliki HP," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2