KPK Panggil 2 Saksi Terkait Kasus Suap Nurhadi, Salah Satunya PNS

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 10:15 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil seorang pegawai negeri sipil (PNS) atas nama Kardi untuk menjadi saksi dalam kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Kardi bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HS (Hiendra Soenjoto)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Selain itu, KPK memanggil saksi lain atas nama Deny Sahrul. Deny disebut sebagai pensiunan PNS dan sopir dari Kardi. Deny juga bakal diperiksa jadi saksi untuk Hiendra.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Hiendra bersama Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), ditangkap KPK di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun, hingga kini Hiendra belum juga tertangkap.

Simak video 'Ini Kronologi Penangkapan Nurhadi Oleh Tim KPK':

(ibh/isa)