PAN: Pak Prabowo Bukan Pengkhianat, Bukan Orang yang Mau Bikin Rusuh

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 20:37 WIB
Partai Amanat Nasional secara tegas menolak hak angket terhadap KPK. PAN tidak akan mengirimkan kadernya ke dalam panitia khusus (pansus) angket KPK. Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
Waketum PAN Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Waketum PAN Yandri Susanto mendukung sikap Ketua DPP Gerindra Habiburokhman yang marah karena sang ketum, Prabowo Subianto, disebut sebagai pengkhianat oleh beberapa pihak di media sosial. Yandri menilai Prabowo sebagai ksatria yang sangat cinta kepada Indonesia.

"Pembelaan Habiburokhman itu, menurut saya, sangat manusiawi dan sangat logic, karena setahu saya Pak Prabowo memang pasti bukan pengkhianat, pasti bukan orang yang mau bikin rusuh di Republik ini. Pak Prabowo orangnya baik, ksatria, setahu saya begitu, dan dia cinta Tanah Air sangat mendalam," kata Yandri kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).

Yandri meminta semua pihak tidak asal menuduh. Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI itu, jika ada kebijakan atau keputusan Prabowo yang dianggap tidak tepat, lebih baik dijelaskan secara langsung.

"Jadi kalau ada pihak yang tidak sependapat di Pak Prabowo, tolong dijelaskan di mananya, jangan asal nuduh, kan begitu," sebut Yandri.

"Kalau Pak Prabowo ada salah, jelaskan di mana salahnya, jangan asal memvonis orang. Apalagi Pak Prabowo itu kan salah satu tokoh bangsa hari ini, dan beliau mempunyai posisi juga yang sangat strategis," imbunya.

Terkait keputusan Prabowo yang masuk ke koalisi Joko Widodo (Jokowi), Yandri menyebut itu hak masing-masing. Dan keputusan itu, sebut dia, dibuktikan oleh Prabowo dengan memberikan kinerja yang baik.

"Ya, kalau Pak Prabowo bergabung (ke koalisi Jokowi) itu hak Pak Prabowo, dan setahu saya sampai sekarang Pak Prabowo baik, bagus kok di Kemenhan. Bagaimana dia bisa menghemat anggaran yang nggak perlu, dia telusuri satu per satu, dan itu artinya Pak Prabowo benar dan terbukti dari beberapa survei," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2