IDI hingga PPNI Parepare Minta Polisi Usut Hoax Corona Jadi Ladang Bisnis

Hasrul Nawir - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 19:49 WIB
Ketua IDI Parepare, dr Ibrahim Kasim.
Foto: Ketua IDI Parepare, dr Ibrahim Kasim. (Hasrul Nawir/detikcom)
Parepare -

Sebanyak 14 organisasi profesi kesehatan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta pihak kepolisian menindak tegas penyebar hoax soal virus Corona (COVID-19) jadi ladang bisnis. Belasan organisasi itu membantah bahwa mereka mencari keuntungan pada situasi pandemi saat ini.

"Isu itu tidak benar dan sangat meresahkan. Secepatnya kita harus antisipasi. Karena jika tidak, akan membawa malapetaka di tengah-tengah masyarakat," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Parepare, dr Ibrahim Kasim kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).

Adapun 14 organisasi profesi kesehatan dimaksud, yakni IDI, PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia), PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia), IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Kota Parepare, IFI (Ikatan Fisioterapi Indonesia), IKATEMI (Ikatan Elektromedik Indonesia). Lalu, IAI (Ikatan Apoteker Indonesia), IPAI (Ikatan Penata Anestesi Indonesia), HAKLI (Himpunan Kesehatan Lingkungan Indonesia), PTGMI (Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia), PERSAKMI (Persatuan Sarjana Kesehatan dan Profesional Kesehatan Masyarakat) dan PAFI (Persatuan Farmasi Indonesia).

Ibrahim menilai hoax tersebut disebar karena adanya keinginan membuat situasi menjadi tidak kondusif. Dokter ahli bedah di RSUD Andi Makkasau Parepare itu meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.

"Di balik itu bisa jadi ada kepentingan pribadi atau golongan untuk melihat suasana menjadi kacau," kata Ibrahim.