AJI: Kepolisian Tidak Serius Tangani Penyerbuan Indopos
Jumat, 23 Des 2005 09:07 WIB
Jakarta - Kekerasan yang terus terjadi terhadap pekerja jurnalis, membuat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai aparat kepolisian tidak serius menangani masalah ini. Penganiayaan terhadap para jurnalis masih saja terjadi, apalagi kasus-kasus sebelum penyerbuan kantor harian Indopos tidak pernah selesai."Saya melihat ketidakseriusasn aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini. Terbukti penganiayaan terhadap wartawan berulang kali terjadi dan hingga sekarang kasusnya tidak pernah selesai," kata Ketua Umum AJI Heru Hendratmoko ketika dikonfirmasi detikcom, Kamis (22/12/2005).Padahal, kata Heru, dulu Kapolri Jenderal Sutanto berjanji akan melakukan perombakan jajaran kepolisian untuk menangani kasus kekerasan terhadap jurnalis. Namun, hingga kini kekerasan masih saja terus terjadi.Heru menegaskan, alasan bagi pihak polisi untuk tidak meneruskan kasus penyerbuan kantor Indopos sangat tidak mendasar. Bukti awal bagi kepolisian sudah cukup kuat untuk menuntaskan kasus ini yakni ceceran darah di ruang redaksi kantor tersebut serta beberapa wartawan yang mengalami luka-luka."Alasan tidak cukup bukti untuk meneruskan kasus ini adalah alasan yang sangat mengada-ada, karena jelas terdapat ceceran darah di ruang redaksi dan juga salah satu wartawan patah hidung dan akan dioperasi. Seharusnya itu adalah bukti yang sudah cukup kuat," jelas Heru.Heru belum berani menyimpulkan apakah penyerbuayan itu murni dilakukan Hercules atau ada agenda tersembunyi dari pihak lain yang ikut bermain. Untuk mengetahuinya seharusnya polisi melakukan investigasi yang mendalam."Sebelum kasus ini benar-benar selasai secara hukum, AJI tetap akan mengutuk keras dan menganggap aparat tidak serius," tegasnya.Kantor Harian Indopos, Selasa (20/12/2005) pukul 21.30 WIB diserbu sekelompok massa yang diduga merupakan kelompok Hercules. Polda Metro Jaya akan memanggil Hercules terkait kasus tersebut. Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, penyerbuan terhadap kantor Indopos disertai dengan aksi kekerasan ini dilakukan oleh puluhan orang. Mereka awalnya hanya ingin bertemu dengan wartawan yang menulis berita tentang premanisme di Tanah Abang yang ditulis pada Senin 19 Desember. Namun sang wartawan tidak ada dan akhirnya massa melampiaskan wartawan yang ada di kantor tersebut. Sedikitnya 6 orang wartawan luka-luka dikeroyok massa dan 2 di antaranya dirawat di rumah sakit.Foto:Hak jawab Hercules di Indopos edisi Kamis kemarin
(atq/)











































