Kemenhub Tambah Kapasitas Penumpang KRL Jadi 45 Persen Tiap Kereta

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 15:16 WIB
KRL melintas di kawasan Rawajati, Jakarta, Jumat (14/12/2018). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan
Ilustrasi KRL (Aprillio Akbar/Antara Foto)
Jakarta -

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan pihaknya saat ini telah menambah jumlah kapasitas penumpang di KRL dalam rangka menyambut new normal. Kapasitas penumpang ditambah menjadi 45 persen dari semula hanya 35 persen di setiap rangkaiannya.

"Mungkin kita hanya bisa tadi menambah kapasitas di atas kereta dari 35 persen menjadi 45 persen, dari semula 60 penumpang kereta kita lakukan simulasi-simulasi menjadi 74 penumpang," ujar Zulkifli dalam video conference bersama wartawan, Senin (9/6/2020).

Zulfikri menjelaskan penambahan kapasitas jumlah penumpang itu juga sudah dibahas dengan para pakar kesehatan. Dalam diskusi itu, kata Zulfikri, turut dibahas mengenai penumpang yang berdiri harus saling membelakangi.

"Artinya, kita juga sudah diskusi dengan para pakar, tentunya bagaimana kita bisa menambah kapasitas di atas kereta ini. Prinsipnya memang kalau tadinya di atas kereta itu hanya satu baris orang berdiri. Karena pakar bilang penumpang berdiri ini tidak boleh berhadap-hadapan, kita kita kita tambah dengan dia tetap berdiri dua baris tapi menghadap ke kursi yang kosong dan saling membelakangi, karena proses penularannya itu lewat mulut," katanya.

Para penumpang juga masih diharuskan menerapkan protokol kesehatan. Misalnya dengan menggunakan masker dan hand sanitizer atau cuci tangan.

Selain itu, jam operasional KRL akan ditambah dari pukul 04.00-21.00 WIB. Penambahan jam operasional itu dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang di stasiun.

"Kami antisipasi itu (penumpukan penumpang), ditambah dengan apa yang jam operasi, jadi jam operasi kita mulai dari jam 4 sampai jam 21 malam," katanya.

Perubahan jumlah kapasitas penumpang itu juga tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2020 sebagai aturan turunan Permenhub Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permenhub Nomor 18 Tahun 2020. Terbitnya Permenhub Nomor 41 Tahun 2020 itu sebagai bentuk tindak lanjut Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2020 Gugus Tugas tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19.

(gbr/gbr)