2 Pesantren Kediri Siap Dibuka, Santri Datang Bertahap-Diperiksa Ketat

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 14:31 WIB
Sejumlah santri calon penumpang antre mencuci tangan sebelum memasuki KMP Dharma Bahari Sumekar III di area Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2020). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan dan Pemkab Sumenep memfasilitasi pemulangan santri pondok pesantren sebanyak 566 orang asal Pulau Kangean, sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Seno/hp.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/SENO)
Jakarta -

Dua pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur sedang mempersiapkan diri membuka kembali aktivitasnya. Dua pesantren itu yakni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Mohammad Makmun menuturkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan aturan di pesantrennya untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru supaya tetap aman dari COVID-19. Diantaranya, kata dia, pesantren akan menambah ruangan hingga pelaksanaan belajar mengajar.

"Saat ini kami sedang melaksanakan proses persiapan untuk adanya kebiasaan baru ini. Adanya penambahan lokal, adanya pengaturan ulang bagaimana pelaksanaan nanti pendidikan. Jadi kami terus sedang mengadakan persiapan karena nanti kami mungkin pada bulan Juni ini belum memulai, di awal Juli baru akan ada tahap pertama," kata Makmun dalam tayangan YouTube BNPB, Selasa (9/6/2020).

Dia memastikan komunikasi akan terus terjalin dengan Gugus Tugas Kabupaten Kediri terkait keputusan membuka kembali pesantren. Tak hanya itu, sosialisasi pembukaan pesantren dengan kebiasaan baru juga terus dilakukan kepada tenaga pendidik, santri, dan orang tua santri.

"Tapi terus kita lakukan, saat ini sudah kami panggil para guru, para tenaga pengajar untuk terus kita breafing bagaimana kebiasaan itu dan nanti setelah itu bertahap siswa atau santri," ucap Makmun.

Makmun menjelaskan bahwa sebelum kembali ke pesantren, para santri sudah diberitahu agar melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ketika nanti datang ke pesantren, santri-santri akan menjalani rapid tes dan isolasi di ruangan yang sudah dipersiapkan.

"Jadi memang ada hal-hal yang perlu diisolasi tetap kita isolasi. Rencana tetap kita isolasi 1 minggu kemudian yang punya gejala kita isolasi 2 minggu," katanya.

Simak video 'Ikatan Dokter Anak Sarankan Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020':

Selanjutnya
Halaman
1 2