WHO: Gejala Resistansi Tamiflu Tidak Perlu Dicemaskan

WHO: Gejala Resistansi Tamiflu Tidak Perlu Dicemaskan

- detikNews
Jumat, 23 Des 2005 08:30 WIB
Jakarta - Gejala bahwa virus flu burung resistan terhadap obat antivirus Tamiflu pada beberapa pasien, tidak perlu dicemaskan. Demikian disampaikan seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)."Itu cuma menekankan perlunya informasi yang lebih banyak. Sebenarnya yang penting adalah memahami apakah cara kita menggunakan obat tersebut menyebabkan resistansi itu," ujar Keiji Fukuda, pakar program influenza WHO kepada kantor berita Reuters, Jumat (23/12/2005).Menurut Fukuda, beberapa kasus resistansi pada obat apapun memang tidak bisa dihindari. Meski begitu, Tamiflu tetap menjadi pengobatan terbaik untuk penyakit flu burung saat ini."Kapanpun Anda menggunakan suatu obat, antivirus ataupun antibiotik, bisa saja resistansi berkembang dalam organ-organ. Menemukan beberapa resistansi bukanlah hal yang mengejutkan dan tidak perlu dicemaskan," tandasnya.Namun diimbuhkannya, riset lebih jauh mengenai dosis optimal dan lamanya pengobatan untuk pasien yang terjangkit virus H5N1 perlu dilakukan. Sehingga bisa membatasi peluang semakin meluasnya resistansi tersebut.Temuan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine memperlihatkan bahwa empat dari delapan pasien flu burung di Vietnam meninggal meskipun telah diberikan obat Tamiflu. Menurut studi itu, hasil tes menunjukkan bahwa dalam tubuh dua pasien yang meninggal, virus mematikan itu resistan terhadap Tamiflu, yang diproduksi oleh Roche, perusahaan obat ternama asal Swiss. Sementara dua pasien meninggal lainnya terlambat diobati. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads