Mogok Massal New York Berakhir
Jumat, 23 Des 2005 07:56 WIB
Jakarta - Setelah sempat melumpuhkan kota New York, AS, pemimpin serikat pekerja transportasi setuju untuk menghentikan pemogokan massal. Keputusan ini dikeluarkan setelah selama tiga hari para awak kereta bawah tanah dan bus melakukan aksi mogok. Sekitar 30 ribu orang ikut serta dalam pemogokan itu.Keputusan untuk mengakhiri pemogokan dilakukan melalui voting dewan eksekutif Serikat Pekerja Transportasi (TWU). Dalam voting itu, 38 anggota dewan menyatakan setuju untuk menghentikan aksi, 5 menolak dan 2 abstain. "Kami akan kembali bekerja secepat mungkin," ujar seorang anggota dewan eksekutif yang enggan disebutkan namanya, seperti diberitakan AFP, Jumat (23/12/2005).Selama tiga hari, jutaan warga New York harus berjuang mati-matian untuk bisa sampai di tempat kerja mereka. Sebagian terpaksa berjalan kaki bermil-mil, banyak pula yang mengayuh sepeda atau ber-skating ria di pagi-pagi buta yang sangat dingin. Otoritas kota memperkirakan bahwa aksi mogok besar-besaran ini telah menimbulkan total kerugian hampir US$ 1 miliar, termasuk toko-toko, teater dan restoran.
(ita/)











































