Hadapi New Normal, BRI Beri Pelatihan Standardisasi APD buat UMKM

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 17:09 WIB
Penjahit memakai contoh pakaian alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di Bandung, Jawa Barat, Senin (13/4/2020). Penjahit spesialis seragam dinas dan jaket ini mengalihkan produksinya ke pembuatan APD untuk tenaga medis dalam penanganan pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit umum dan swasta di Jawa Barat dengan jumlah produksi 300 hingga 400 buah per minggu. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menggelar pelatihan virtual untuk entrepreneur yang memiliki latar belakang usaha produk alat pelindung diri (APD). Utamanya soal standardisasi pembuatan APD sehingga produk mereka dapat diterima dan bersaing di pasar.

Pelatihan dengan tajuk 'Pelatihan Online Edisi Kelas Sehat' ini juga sekaligus sebagai pendampingan BRI kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menghadapi era New Normal.

Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan beberapa produk APD seperti masker dan hand sinitizer saat ini cukup tinggi permintaannya.

"Melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku UMKM mendapat pengetahuan yang cukup tentang standardisasi pembuatan APD sehingga produknya dapat diterima dan bersaing di pasar," ujar Amam dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Virtual event yang bertema LAWAN (Lanjut Jadi Wirausaha Dalam Keadaan) Pandemi Bareng tersebut menghadirkan beberapa pembicara yang mampu memberikan solusi dan motivasi kepada lebih dari 200 peserta pelatihan.

Pada pelaksanaannya, terdapat dua sesi penting yang diberikan, yaitu materi pendampingan dan motivasi oleh Taufik Madjid selaku Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian PDTT dan Agregasi & Standarisasi APD oleh Deasy Nurmalasari selaku Ketua Tim Karya Nusantara.

"Menghadapi aktivitas new normal, perseroan terus berkomitmen secara berkelanjutan akan melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM sehingga para pelaku UMKM dapat adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi," tutup Amam.

(akn/ega)