DPR: Tunjukkan Kinerja Dulu, Baru MA Minta Lebih Anggaran

DPR: Tunjukkan Kinerja Dulu, Baru MA Minta Lebih Anggaran

- detikNews
Jumat, 23 Des 2005 07:15 WIB
Jakarta - Tidak seharusnya Mahkamah Agung (MA) mengeluh meminta lebih anggaran. MA seharusnya menunjukkan kinerjanya terlebih dulu, karena anggaran yang telah cair sekarang sebesar Rp 2,1 triliun masih cukup bagi MA untuk menghapus pesimisme banyak orang terhadap lembaga hukum tertinggi itu."Kinerjanya dulu baru anggaran. Menurut saya kinerja MA belum memuaskan. Toh sejauh ini anggaran MA sudah naik," kata Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/12/2005).Mengapa kinerja MA belum memuaskan? Menurutnya, putusan-putusan MA masih banyak mengecewakan rakyat. Salah satu contoh adalah kasus korupsi beras impor dengan terdakwa Nurdin Halid. MA meminta anggaran lebih sebesar Rp 5,5 triliun. Namun anggaran yang disetujui hanya sebesar Rp Rp 2,1 triliun. Anggaran sebelumnya adalah Rp 1,25 triliun.Trimedya mengaku, anggaran sebesar Rp 2,1 triliun memang pas-pasan bagi MA. Namun hal itu tidak harus membuat MA menjadi terhambat dalam menunjukkan kinerjanya yang maksimal serta melaksanakan pembaruan di dalam tubuh MA.Dia juga menilai MA boleh-boleh saja meminta anggaran sebesar Rp 5,5 triliun. Namun hal itu nantinya harus sesuai dengan program yang dibuat dengan realisasinya. "Pantas saja MA meminta Rp 5 triliun. Tapi harus jelas program, target, dan rasionalisasinya seperti apa kalau menggunakan anggaran sebesar itu," tandas Trimedya.Sebelumnya, di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Bagir yang mengeluhkan minimnya anggaran MA. Tahun 2006, MA hanya diberi Rp 2,1 triliun. Padahal kebutuhannya lembaga peradilan tertinggi itu mencapai Rp 5,5 triliun."Itu pun sebagian besar dari Rp 2,1 triliun dipakai untuk anggaran rutin terutama gaji," kata Bagir dalam acara silaturahmi Presiden SBY dengan para hakim di Gedung MA. (atq/)


Berita Terkait