Pimpinan DPR Minta Mendikbud Alokasikan Dana untuk 'Sekolah dari Rumah'

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 12:47 WIB
Sufmi Dasco Ahmad
Foto: Sufmi Dasco Ahmad. (Dok Pribadi).
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Mendikbud Nadiem Makarim meninjau kembali dana yang digunakan untuk belajar mengajar di sekolah. Hal ini karena di masa pandemi virus Corona (COVID-19), kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di rumah atau sekolah dari rumah (school from home).

"Kami meminta kepada Mendikbud untuk meninjau penerapan biaya sekolah selama sekolah dari rumah," ungkap Dasco kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Menurut Dasco, biaya untuk sekolah seperti listrik, alat tulis hingga kebersihan otomatis akan berkurang karena sekolah dari rumah ini. Untuk itu, DPR meminta agar dilakukan pengurangan anggaran.

"Karena ketika sekolah dari rumah, itu untuk biaya listrik, ATK, kebersihan sekolah dan beberapa komponen yang dipergunakan saat anak-anak sekolah di sekolah itu kan tidak dipergunakan," sebut Dasco.

Waketum Partai Gerindra ini juga mengusulkan, dana yang dikurangi untuk sekolah tersebut bisa dialokasikan ke hal yang lain. Dasco mencontohkan, salah satunya untuk biaya internet bagi siswa, khususnya untuk mereka yang kurang mampu.

"Kita minta ada pengurangan-pengurangan biaya karena kan ada alokasi nanti untuk orang tua karena internet kan belum gratis. Sehingga akan dialokasikan untuk hal-hal yang lain," tuturnya.

Menurut Dasco, ada dua klasifikasi yang anggarannya bisa dikaji, yakni sekolah negeri dan sekolah swasta. Untuk sekolah negeri yang gratis biaya pendidikannya, alokasi pemeliharaan gedung bisa digeser untuk membantu siswa yang melakukan kegiatan sekolah dari rumah.

"Bisa buat beli kuota (internet) atau membantu guru yang juga masih suka keliling ke rumah siswa siswinya untuk mengajar," jelas Dasco.

Tonton juga video 'Kapan Sekolah Kembali Beroperasi? Ini Jawaban Kemendikbud':

Selanjutnya
Halaman
1 2