Soal Aksi untuk George Floyd, Ini Pesan Imam Shamsi Ali dari Amerika

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 11:30 WIB
George Floyd: Pandemi rasisme, bukan pandemi virus corona yang membunuh pria kulit hitam di AS dan memicu rangkaian unjuk rasa di Amerika Serikat.
Foto: BBC World/Soal Aksi untuk George Floyd, Ini Pesan Imam Shamsi Ali dari Amerika
Jakarta -

Kematian George Floyd dan aksi yang muncul berbuntut panjang serta menimbulkan banyak simpati. Beberapa waktu lalu, sempat viral foto pengunjuk rasa sedang sholat yang dilindungi peserta aksi lainnya.

Foto tersebut diupload di Instagram dan Twitter Imam Shamsi Ali, yang merupakan imam dari Islamic Center of New York. Menurut Imam Shamsi, ada pelajaran yang bisa diambil dari aksi George Floyd yang didasari ketidakadilan ini.

"Satu hal yang harus kita pelajari dari peristiwa di Amerika ini adalah urgensi menghadirkan 'sense of justice' atau rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat. Where there is justice there is no peace. Di mana saja ada ada ketidak adilan maka tidak akan ditemukan perdamaian," kata Imam Shamsi dalam pesan yang diterima detikcom.

Imam Shamsi mengatakan, saat masyarakat merasa tidak ada keadilan maka itu akan menjadi bara dalam sekam. Bara tersebut bisa saja berkobar ketika menemukan pemicunya.

Dalam aksi yang berujung aksi anarkis tersebut, sejumlah tempat usaha milik muslim dan warga lain mengalami kerusakan. Terkait hal tersebut, Imam Shamsi mengatakan pihaknya tentu tidak mendukung kekerasan seperti pembakaran dan penjarahan.

"Kita mengingatkan Komunitas Islam untuk tetap menjaga nilai-nilai moralitas. Tapi sisi lain kita tidak hilang fokus untuk tetap memperjuangkan kesetaraan dan keadilan," kata Imam Shamsi.

Menurut Imam Shamsi, kasus dan kematian George Floyd sebetulnya menjadi pemicu. Penyebab utamanya adalah "kemarahan warga minoritas" yang sudah lama terpendam. Imam Shamsi mengistilahkannya sebagai "dosa asal" atau original sin bangsa ini. Jadi sebenarnya yang dlihat sekarang ini (demonstrasi besar-besaran) adalah penampakan dari kemarahan yang telah lama terpendam.

Tonton video 'Polisi di AS Tembak Pria Kulit Hitam dengan Pistol Setrum':

(row/erd)