Hati-hati Modus Mengemis Mengaku Pelajar di Arab Saudi
Jumat, 23 Des 2005 05:36 WIB
Madinah - Di musim haji, para pengemis di Arab Saudi tampak bejibun. Lihat saja di Masjid Nabawi, Madinah. Sebagian di antara mereka adalah orang cacat dan orang-orang berpakaian kumal. Tapi, di antara mereka ada juga berpakaian rapi dan mengaku sebagai pelajar di Arab Saudi. Modus mengemis dengan mengaku sebagai pelajar di Arab Saudi yang kekurangan uang ini yang perlu diwaspadai oleh jamaah haji asal Indonesia. Sebab, jamaah Indonesia yang sering dijadikan sasaran mereka. Para pengemis ini masuk ke dalam masjid Nabawi dan ikut salat. Begitu melihat ada orang Indonesia, mereka pun mendekat dan bisik-bisik. Dilihat dari wajahnya, orang-orang ini kemungkinan berasal dari Pakistan, India, atau Afganistan. Tapi, anehnya mereka cukup fasih berbahasa Indonesia. "Saya student di Riyadh. Tapi, saya kekurangan biaya. Saya butuh bantuan 50 Riyal," kata pria berjenggot dan berjubah putih itu kepada Bintara, salah seorang jamaah haji asal Indonesia saat menunggu azan salat dhuhur, Kamis (22/12/2005). Bintara tampaknya sudah berpengalaman. Maklum, dia berhaji pada musim haji tahun ini untuk kedua kalinya. "Maaf, saya tidak ada uang," kata Bintara. Karena target tidak terkena, pria itu pun menurunkan besaran permintaannya. "Kalau gitu 5 Riyal saja," kata orang itu. Karena Bintara sudah mengetahui bahwa pria itu berbohong mengaku sebagai pelajar, Bintara pun tidak mau memberinya. "Tak ada," kata dia. Setelah tidak diberi uang, pria itu kemudian berdiri dan pergi, entah ke mana. Menurut Bintara, sudah banyak jamaah haji yang terkena modus minta-minta seperti ini. "Kemarin ada ibu-ibu yang cerita kepada saya diminta 100 Riyal. Tapi, ibu itu memberinya 10 Riyal. Orang yang mengaku pelajar itu menolak. Karena merasa kasihan, ibu itu pun memberi 100 Riyal," kata Bintara. Padahal, ibu itu tidak terlalu banyak memiliki Riyal. Karena itu, bila jamaah haji menemukan orang-orang yang meminta uang dalam jumlah besar, sebaiknya hati-hati. Boleh saja kita memberi sedekah kepada kaum miskin, tapi kalau sedekah salah sasaran, kan tidak tepat juga!
(atq/)











































