Evakuasi Masjid Roboh Dihentikan
Kamis, 22 Des 2005 19:01 WIB
Jakarta - Setelah melakukan pencarian selama hampir 2 hari, akhirnya evakuasi terhadap pencarian korban dari reruntuhan menara Masjid Baiturrahman, Koja, Jakarta Utara dihentikan. Di lokasi kejadian tidak tampak lagi tim evakuasi yang sebelumnya terdiri dari tim SAR, Dinas Pemadam Kebakaran, Unit Gawat Darurat, Pemkot Jakut dan Satpol PP.Namun ratusan warga masih tetap mengunjungi tempat robohnya Masjid Baiturahman yang memakan 4 orang tewas tersebut. Namun di sela-sela warga yang menonton itu, ada beberapa bocah yang tampak sibuk mengumpukkan besi-besi rongsokan untuk dijual. "Lumayan sekilonya Rp 2000, buat main playstation," kata bocah yang bernama Luki, Kamis (22/12/2005).Selain itu, detikcom mencoba mengkonfirmasi mengenai ketiadaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Masjid Baiturahman kepada pihak Yayasan Yatim Piatu Nurul Hidayah Al Bahar. Namun, baik pengurus masjid, pemilik yayasan bernama Haji Bahar maupun pengacara enggan berkomentar. "Mohon maaf mas, pengurus sedang berkabung," kata pengurus masjid bernama Yanto di kantor Yayasan, Jl Mindi, Koja, Jakarta Utara yang juga merupakan rumah Haji Bahar. Ketika ditanya dimana keberadaan Haji Bahar, Yanto pun mengaku tidak tahu. Begitu juga pengacara Haji Bahar, Pardiono. Dia menolak menanggapi tiadanya IMB tersebut. "Maaf saya tidak diberi mandat. Lagipula saya tidak tahu menahu," jelasnya.Sebelumnya, jenazah salah seorang pekerja pembangunan menara bernama Lastani ditemukan. Pencarian ini berlangsung sejak pukul 09.30 WIB, Kamis (22/12/2005). Jenazah pria 26 tahun itu ditemukan di puing-puing tepat di bawah menara yang ambruk pada pukul 13.30 WIB. Dengan ditemukannya jenazah Lastani, total jumlah korban tewas akibat robohnya menara masjid itu 4 orang. Mereka yakni Wardoyo (45), Wartam (50), Suripto (30) dan Lastani (26). Sementara total korban luka sebanyak 20 orang. Rinciannya 9 orang di RSUD Koja dan 11 di RS Tugu Pelabuhan. Sedangkan 8 kuli bangunan selamat tak terkena luka sedikit pun. Total kuli bangunan menara masjid itu sendiri 32 orang. Mayoritas dari mereka berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.
(atq/)











































